KSP Kodpit Pintu Air Sandang Status Koperasi Primer Nasional

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Setelah menunggu selama dua tahun lebih, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Pintu Air di Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, akhirnya resmi menyandang status sebagai Koperasi Primer Nasional.

“Sebelum mendapat status ini, kami agak ragu-ragu melangkah dan membuka cabang di berbagai daerah di Indonesia. Setelah meraih status ini, tentunya akan membuat kami mulai bersemangat membuka cabang di daerah lain,” kata Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, Selasa (12/3/2019).

Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano. -Foto: Ebed de Rosary

Status ini, kata Yakobus, berdasarkan surat keputusan Menetri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI Nomor 000036/PAD/Dep.1/II./2019 tanggal 23 Februari 2019, yang ditandatangani Deputi Bidang Kelembagaan, Prof. Rully Indrawan, M.Si.

“Surat keputusan ini telah diserahkan Dekopinwil NTT, Drs. Dominggus Ancis, dalam pra RAT Cabang Kupang, Kamis (7/3/2019). Perubahan status ini kami maknai sebagai gerakan pemberdayaan dari kampung ke level nasional,” ungkapnya.

Langkah konkrit yang ingin dilakukan untuk menyatukan berbagai suku, bangsa, bahasa dan agama, harus diwujudnyatakan dalam koperasi. Ini untuk mewujudkan semangat Bhineka Tunggal Ika dan bukan hanya sebatas ucapan saja. Kopdit Pintu Air sedang bergerak ke arah tersebut.

Untuk 2019, kata Yakobus, manajemen merencanakan meresmikan kantor cabang Surabaya di provinsi Jawa Timur, dan cabang Dompu di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Untuk aset, saat ini telah mencapai Rp1 triliun, dan ditargetkan akhir tahun 2019 bisa mencapai Rp1,67 triliun.

“Tahun 2018 lalu, aset kami sebesar Rp939 miliar, tapi hingga bulan Maret 2019 sudah menembus angka Rp1 triliun. Sementara anggota pada  2018 sebanyak 195.302 orang, hingga Maret 2019 sebanyak 221.222 orang. Akhir tahun buku 2019, kami targetkan anggota mencapai 259.893 orang,” terangnya.

Jumlah anggota ini tersebar di 47 kantor cabang dan 25 kantor cabang pembantu (KCP). Menurut Jano,10 KCP tersebut ditargetkan dalam tahun ini akan berubah status menjadi kantor cabang.

Untuk kelompok, memiliki anggota hingga 200 orang, sementara untuk unit memiliki anggota 200 hingga 500 orang. Untuk status kantor cabang pembantu, harus memiliki anggota 500 sampai 1.000 orang, sedangkan kantor cabang anggotanya berjumlah di atas seribu orang, serta pinjaman dan simpanan di atas Rp1 miliar.

Sekretaris KSP Kopdit Pintu Air, Martonsius Juang, mengatakan, pihaknya pun sejak dua tahun lalu membangun gedung tiga lantai di kantor pusat KSP Kopdit Pintu Air, di Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka. Dana yang digelontorkan sebesar Rp=15 miliar lebih, dan hampir rampung dikerjakan.

“Untuk membangun kantor ini, setiap anggota menyumbang Rp100 ribu, sementara pengurus dan pengelola dikenakan sumbangan Rp200 ribu. Gedung ini juga dilengkapi lift dan merupakan gedung termegah yang ada di desa di wilayah NTT. Kalau gedung megah di kota pasti banyak,” tuturnya.

Peresmian gedung yang dibangun dengan filosofi, ‘bila semut telah menyatu, maka ayam dan gajah pun tidak bisa melawat’ ini, kata Martonsius, direncanakan, akan dilakukan pada saat bersamaan pembukaan RAT, pada 3 Mei mendatang.

“Gedung ini memiliki tiga lantai. Lantai satu untuk kantor cabang utama, lantai dua untuk kantor pusat, dan lantai tiga untuk aula yang bisa menampung hingga seribu orang,” pungkasnya.

Lihat juga...