Keindahan Wisata Mandeh Bisa Dinikmati Peserta TdS 2019
Editor: Mahadeva
PADANG – Keindahan Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh tidak diragukan lagi. Keindahan objek wisata di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat tersebut akan dinikmati peserta Tour de Singkarak 2019.
Kawasan mandeh, seakan sebuah surga tersembunyi, yang dikelilingi alam hijau. Hamparan laut yang biru, dihiasi pulau-pulau kecil, membuat Mandeh memiliki pemandangan yang begitu menakjubkan. Untuk dapat menikmati keindahan KWBT Mandeh, banyak caranya. Bisa menggunakan kapal dengan mendatangi pulau-pulau yang ada. Cara lain dengan menempuh perjalanan darat di jalan yang berada di sepanjang KWBT Mandeh.
Belum lama ini, jalan sepanjang 41,18 kilometer, yaitu dari Teluk Kabung Kota Padang melalui Sungai Pinang kemudian ke arah Sungai Nyalo Kabupaten Pesisir Selatan, telah selesai diperbaiki aspalnya. Hal itu menambah daya tarik untuk menikmati destinasi wisata Mandeh. Mandeh akan terlihat secara keseluruhan saat menempuh perjalanan darat dari Padang menuju Tarusan.
Jalan baru Mandeh meski memiliki pemandangan yang indah, kondisi jalannya termasuk cukup ekstrem. Karena ada beberapa tanjakan dan turunan serta belokan yang cukup tajam. Seperti, saat melewati kawasan Sungai Nyalo, dan Nagari Mandeh Pesisir Selatan. Tantangan di perjalanan ini, akan terbalaskan saat pengendara berhasil sampai di KWBT Mandeh.
Keindahan dan tantangan kondisi jalan tersebut, mendorong Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, menjadikannya sebagai rute balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2019, yang akan diselenggarakan pada November mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Oni Yulfian, menyebut, jalan baru di KWBT Mandeh memiliki pemandangan yang menakjubkan. Jalan Mandeh telah direncanakan menjadi salah satu rute etape TdS 2019.
Saat ini masih dilakukan survei dari tim teknis untuk menilai kelayakan jalan tersebut. “Memang kita merencanakan begitu, tapi kita lihat dulu masukan dari tim teknis yg sebentar lagi akan survei. Selain adanya rencana rute baru di Mandeh, pada TdS 2019 ini, kita juga akan memasukkan Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi bagian dari rute etape,” katanya,” Minggu (10/3/2019).
Oni menyebut, Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat baru menyampaikan secara lisan rencana memasukkan jalan Mandeh sebagai bagian dari rute. Kendati demikian, sangat diharapkan jalan tersebut bisa menjadi rute TdS 2019.
Mengenai penyelenggaraan, Oni belum bisa memastikan keikutsertaan 18 kabupaten dan kota di Sumatera Barat untuk berpartisipasi. Hal itu dikarenakan, sejak TdS 2018, anggaran penyelenggaraan TdS ditanggung oleh pemerintah daerah, dan tidak lagi bersumber dari anggaran Kementerian Pariwisata. Artinya, masing-masing kabupaten dan kota perlu menganggarkan dana untuk penyelenggaraan TdS. Melihat kepada penyelenggara TdS 2018 lalu, ada beberapa kabupaten yang tidak bisa ikut berpartisipasi, seperti Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Padang Pariaman.
Kedua daerah tersebut, beralasan anggaran di daerah digunakan untuk hal dan kegiatan lain. “Kalau di 2019 ini saya berharap betul ke 18 kabupaten dan kota bisa ikut berpartisipasi. Karena diperkirakan akan banyak peserta di TdS 2019 ini karena akan hadirnya rute-rute baru. Seperti halnya jalan Mandeh dan juga melintasi daerah di Provinsi Jambi,” jelasnya.
Pemprov Sumatera Barat berharap even TdS dapat diselenggarakan rutin setiap tahun. TdS telah menjadi bagian penting dalam even balap sepeda internasional. Pemerintah daerah setempat, telah merancang membangun tugu TdS di Kabupaten Solok. Solok dipilih, karena nama even balap sepeda internasional tersebut, memiliki nama danau di Kabupaten Solok yakni Singkarak.