Kasus Stunting di Aceh Jaya Masih Tinggi

Ilustrasi -Dok: CDN

BANDA ACEH – Dinas Kesehatan Aceh Jaya, menyatakan kasus stunting atau anak dengan kekerdilan di Kabupaten Aceh Jaya masih sangat tinggi. Pada 2019, mencapai 814 kasus, sehinga perlu adanya pananganan bersama untuk menurunkan angka tersebut.

“Jumlah penderita stunting atau kondisi gagal pertumbuhan tubuh dan otak pada anak akibat kekurangan gizi mengalami peningkatan, sehingga perlu kolaborasi dari semua pihak untuk menekan angka ini,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Jaya, dr. Hasri, di Aceh Jaya, Kamis (7/3/2019).

Ia menyebutkan, kasus stunting di Aceh Jaya pada 2016, sebanyak 996 orang, 2017 sebanyak 1.089 orang dan pada 2018 sebanyak 1085 orang. Jumlah tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan pada 2016 ke 2017, dan ada sedikit penurunan pada 2018.

Ia menjelaskan, ada beberapa faktor penyebab stunting, di antaranya kekurangan gizi dalam waktu lama yang terjadi sejak janin dalam kandungan, sampai awal kehidupan anak (1.000 hari pertama kehidupan).

Penyebab lainnya adalah rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani.

Kemudian pola asuh yang kurang baik, terutama pada perilaku dan praktik pemberian makan kepada anak juga menjadi penyebab kekerdilan pada anak.

Menurut dia, untuk menurunkan angka stunting di Aceh Jaya maka diperlukan koordinasi, kolaborasi dan integrasi lintas bidang di Dinkes, dan juga semua pemangku kepentingan.

Ada pun beberapa penanganan yang dapat dilakukan, di antaranya pemberian makanan yang tepat, yakni pemberian makanan bagi bayi dan anak tingkat Posyandu, oleh kader dan tenaga kesehatan, pemantauan berat badan balita secara teratur di Posyandu dan Gerakan 1.000 HPK. (Ant)

Lihat juga...