Jalan Rusak di Jalinsum Mulai Diperbaiki
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Sering dikeluhkan pengguna kendaraan yang melintas, kerusakan Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) akhirnya mulai diperbaiki. Kerusakan Jalinsum didominasi jalan bergelombang, berlubang, dan paling banyak berada di wilayah Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan.
Setiawan Bani, Seksi pelaksana proyek pengerjaan Jalinsum dari kontraktor PT. Adiguna Anugrah Abadi, menyebut perbaikan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, dilakukan pemetaan lokasi yang akan diperbaiki, pengupasan aspal hingga penambalan.

Kerusakan Jalinsum, sebut Setiawan Bani, dikerjakan mulai dari titik perbatasan Lampung Selatan dan Bandar Lampung di Panjang. Ruas Jalinsum dari Panjang ke Bakauheni sepanjang 81 kilometer, akan diperbaiki sesuai tingkat kerusakannya.
Menurutnya, sesuai survei yang dilakukan, kerusakan paling parah di Jalinsum terjadi di Kilometer (KM) 60 hingga KM 70. Kerusakan didominasi jalan berlubang, bergelombang di badan jalan serta jembatan.
Setiawan Bani menyebut, sejumlah alat dikerahkan untuk perbailkan, seperti Asphalt Cutter atau Pemotong Aspal. Pada titik jalan yang rusak, dilakukan pemasangan tanda, selanjutnya dipotong menggunakan asphalt cutter.
Setelah dilakukan pemotongan, selanjutnya dilakukan penyemprotan lapis resap pengikat (prime coat) menggunakan asphalt sprayer, untuk proses pemadatan agregat.
“Proses penambalan atau patching, dilakukan setelah lapisan aspal yang dipotong dibersihkan dengan kedalaman tertentu, sehingga penambalan bisa dilakukan dengan sempurna,” terang Setiawan Bani, saat ditemui Cendana News, di KM 66 Kecamatan Penengahan, Selasa (19/3/2019).
Setiawan Bani menjelaskan, perbaikan Jalinsum merupakan bagian rehabilitasi yang dilakukan oleh Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN). Sesuai dengan instruksi, kontraktor akan melakukan perbaikan pada sejumlah titik untuk pengurangan jalan berlubang (zero hole).
Sejumlah titik yang diperbaiki, kata Setiawan Bani, ditargetkan selesai sebelum arus mudik lebaran yang akan berlangsung pada akhir Mei, mendatang.
Selama proses perbaikan dengan tahap pemotongan aspal, yang berimbas jalan berlubang, ia mengimbau kendaraan melintas agar berhati-hati.
Pihaknya pun telah membuat papan imbauan selama proses perbaikan jalan berlangsung. Juga melakukan perbaikan jalan di ruas Jalinsum hanya dilakukan pada titik jalan yang rusak, dimulai dari kota Panjang.
Sejumlah ruas jalan yang menggunakan sistem cor beton (rigid pavement) di Panjang dan Bakauheni, saat ini masih dalam kondisi baik.
Setiawan Bani menuturkan, pada proses perbaikan di titik Jalinsum yang rusak, sejumlah alat lain juga dikerahkan. Di antaranya, cold milling machine untuk pengerukan aspal, tandem roller, asphalt finisher, dan double drum roller.
Penggunaan sejumlah alat tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari tahap pengupasan aspal hingga penambalan. Ia mengaku, selama perbaikan meminta maaf kepada pengguna jasa yang terganggu perjalanan akibat proses perbaikan.
“Selama proses perbaikan, diberlakukan sistem buka tutup, karena badan jalan yang rata di semua sisi, sehingga pengaturan lalu lintas dilakukan untuk memperlancar arus kendaraan,” terangnya.

Menurut Setiawan Bani, perbaikan Jalinsum rusak pada tahun ini terbilang lebih mudah. Pasalnya, arus kendaraan yang melintas lebih sedikit setelah beroperasinya Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS).
Kendaraan eksepedisi, bus dan pribadi yang kerap melintas di Jalinsum, mulai beralih melintas di jalan tol. Berkurangnya jumlah kendaraan yang melintas di Jalinsum, ikut memperlancar proses pengerjaan, sekaligus tidak mengganggu pengguna jalan.
Suhar, salah satu warga di Kecamatan Penengahan, menyebut kerusakan Jalinsum kerap mengakibatkan kecelakaan. Titik jalan yang rusak yang belum diperbaiki, berada di Desa Kuripan, Desa Kelau, dan Pasuruan.
Sejumlah kerusakan jalan didominasi oleh jalan bergelombang dan berlubang. Selain menghambat waktu perjalanan, kendaraan yang melintas berpotensi mengalami kerusakan.
“Perbaikan yang dilakukan sudah sangat lama dinantikan masyarakat, karena jalan rusak membahayakan pengendara, terutama malam hari,” beber Suhar.
Suhar menyebut, selain kerusakan jalan di ruas Kecamatan Penengahan, Kalianda, Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di sejumlah titik juga masih padam.
Padamnya LPJU di sejumlah titik, berimbas kendaraan yang melintas kerap terjerembab di lubang jalan yang rusak. Meski sejumlah lampu jalan padam, dengan kondisi Jalinsum yang diperbaiki, ia berharap bisa meminimalisir kecelakaan dan kerusakan kendaraan yang melintas.