Jakarta Butuh Konsep Pembangunan Berkualitas

Editor: Mahadeva

JAKARTA – DKI Jakarta membutuhkan penerapan konsep pembangunan berkualitas.Seluruh kegiatan pembangunan yang direncanakan harus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. 

“Temanya di tahun depan adalah, pertumbuhan yang berkualitas. Maknanya, pertumbuhan ekonomi meningkat harus dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, kualitas menjadi perhatian, sehingga pertumbuhannya harus merata. Kita berharap di 2020 pemerataan pembangunan ini makin kuat,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Kamis (28/3/2019).

Sebagai tempat interaksi seluruh lapisan kelas sosial ekonomi, pembangunan infrastruktur di Jakarta harus mengutamakan pejalan kaki. “Kita ingin bangun ruang ketiga, yang dirancang untuk membuat interaksi lintas kelas sosial-ekonomi. Saya berharap, nantinya infrastruktur di Jakarta Timur seluruhnya mengutamanakan pejalan kaki,” tandasnya.

Dengan begitu, konsep pembangunan yang disusun, dapat menciptakan Kota Jakarta menjadi kota yang maju dan membuat warganya bahagia. Sekaligus memosisikan Jakarta sebagai kota global. Anies ingin, rencana pembangunan di Jakarta Timur dilaksanakan berdasarkan harapan masyarakat. Serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita ingin apa yang menjadi harapan warga, dimasukkan di dalam program dan dilaksanakan, sehingga kebahagiaan hadir di Jaktim. Tahun depan pertumbuhan berkualitas maknanya perekonomian bergerak positif meningkat dan berkualitas karena pertumbuhan dirasakan semua,” ujarnya.

Untuk merancang pembangunan, seluruh pimpinan diminta membuka diri terhadap masukan, setiap kali menentukan program pembangunan. Pembangunan infrastuktur, dapat dikombinasikan dengan ruang interaksi sosial dan akses pejalan kaki.

“Mari kita open minded, tunjukkan sikap open dari semua diskusi. Di Jakarta kita mendorong adanya pemanfaatan moda transportasi, moda integrasi. Interaksi harus memikirkan secara serius hubungan sosial dalam infrastuktur, itu penting sekali. Alat transportasi harus kita dorong untuk pejalan kaki,” ujarnya.

Jakarta Timur diminta membangun fasilitas-fasilitas umum, yang meningkatkan interaksi antar warga. Sehingga warga satu sama lain, dengan latar belakang berbeda, bisa berinteraksi dengan dekat. Anies mengapresiasi terobosan Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar, yang membuat terobosan dengan memberikan penghargaan bagi pendamping Musrenbang di tingkat RW.

Hal itu, dinilai dapat menyerap aspirasi masyarakat yang lebih banyak. “Saya sampaikan apresiasi pada wali kota yang sudah membuat terobosan dengan memberikan penghargaan kepada pendamping musrenbang. Para pendamping ini membantu pembahasan di tingkat RW, sehingga proses penyerapan aspirasi warga itu mudah diterjemahkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan,” ucap dia.

Musrembang Jakarta Timur, membahas sejumlah program pembangunan strategis. Programnya diantaranya, Pembangunan jaringan perpipaan (transmisi dan distribusi) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur dan SPAM Ciliwung.

Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) di wilayah Jakarta Timur, penataan Kawasan Jatinegara, Penataan kawasan 1.000 danau di Kecamatan Ciracas, Kecamatan Cipayung dan Kecamatan Pasar Rebo, serta Penataan Kawasan Sekolah Kreatif Kecamatan Cipayung.

Lihat juga...