Geopark Silokek Mampu Jadi Kawasan Wisata Dunia
Editor: Satmoko Budi Santoso
SIJUNJUNG – Anggota DPD RI Leonardy Harmainy, Dt. Bandaro Basa, mendukung kawasan Silokek yang berada di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, sebagai Geopark Nasional.
Anggota DPD asal Sumatera Barat ini, menganggap penting adanya geopark di Sijunjung. Karena penetapan geopark tersebut memungkinkan Silokek berkembang menjadi pusat wisata alam yang mendunia.
Ia melihat, Geopark Silokek tidak hanya mampu berkembang menjadi wisata alam, tapi dengan sinergi semua pihak, Silokek bisa menjadi bagian Unesco Global Geopark (UGG). Tanpa ada dukungan dari semua pihak, maka arah pengembangan Sijunjung akan sulit untuk dilakukan.
“Arah pengembangan Sijunjung ini harus didukung bersama. Kinerja Pemerintah Kabupaten Sijunjung yang bersinergi dengan DPRD Sijunjung dan masyarakatnya pantas dicontoh. Keberhasilan Sijunjung menjadikan potensi wisatanya sebagai Geopark Nasional pasti membuat iri daerah lainnya. Apalagi jika jadi bagian Unesco Global Geopark,” ujarnya, Senin (4/3/2019).
Leonardy menyebutkan, berdasarkan penjelasan dari Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin, telah menyampaikan tentang pembangunan Sijunjung, terutama tentang Geopark Silokek. “Kami berharap Sijunjung menjadi tujuan wisata, karena di Sijunjung banyak objek wisata,” ucap Leonardy.
Ia menyatakan, dengan adanya rencana bupati yang akan membangun Jembatan Kaca antara dua puncak bukit di Silokek, juga harus didukung. Artinya dengan adanya pembangunan jembatan kaca terwujud, akan menambah deretan objek yang sama di Indonesia.
“Jika melihat kondisi alam Silokek, jembatan kaca bakal menambah daya tarik objek itu. Ingat Silokek punya keunggulan, ada batuan berumur 359 juta tahun di sana. Mari bersama-sama menjadikannya wisata berkelas dunia,” ajak Leonardy.
Menurutnya, dari jembatan akan terlihat alam Silokek yang indah dan permai. Akan dijumpai air terjun, pasir putih, sungai yang bisa untuk olahraga arung jeram. Alamnya menyajikan pemandangan gua baik yang vertikal maupun horizontal. Di dalam gua tersaji keindahan stalaktit dan stalakmit nan indah menawan.
Pria yang akrab dipanggil bang Leo ini optimis, jembatan kaca itu tak kalah dengan objek yang sama di Gunung Huashan (Shaanxi), jembatan kaca terpanjang dunia di Hongyagu (Hebei), jembatan Tianmen Mountain (Hunan) dan jembatan Shilinxia (Beijing) di Tiongkok sana.
Atau Jembatan Kaca Kampung Warna-warni (Malang), Jembatan Kaca Wisata Religius Tana Toraja (Sulawesi Selatan), Jembatan Kaca Berendeng (Tangerang), Jembatan Kaca Pantai Nguluran (Gunung Kidul Yogyakarta), dan Jembatan Kaca Caping Park (Baturaden, Banyumas).
“Yakinlah Silokek akan lebih bagus dan menarik, karena Silokek juga ada batuan tertua dunia serta terdapat pula wisata sejarah dan budaya. Ada pula jejak romusha yang dipaksa membelah hutan Sijunjung untuk membuat jalur kereta api dari Sijunjung ke Pekanbaru,” ungkapnya optimis.
Ia berkata, dengan dilaluinya jalur kereta menggunakan lokomotif uap, di sana akan dijumpai nilai sejarah dan budaya yang bisa menambah wawasan dan pandangan generasi muda terhadap bangsa dan negara.
Apalagi jika objek wisata di Sijunjung dibuat kawasan terpadu. Kampung adat di Koto Padang Ranah, Telabang Sakti milik Datul Abu di Kamang Baru, Danau Hijau di Bukit Bual, Ngalau Talago dan objek lainnya terintegrasi dan dibuatkan paket wisata yang menarik.
Pimpinan DPRD Sumatera Barat periode 2004-2014 itu mengingatkan semua komponen, terkait untuk memanfaatkan kesempatan sebagaimana yang tercantum dalam sertifikat penetapan Geopark Nasional yang ditandangani DR. Ir. Safri Burhanuddin, DEA.
Di sana disebutkan, Ranah Minang Silokek telah memenuhi persyaratan administratif dan teknis sebagai Geopark Nasional Indonesia dan berkomitmen untuk mengembangkan kawasan Geopark berdasarkan prinsip konservasi, edukasi dan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat.
Silokek ditetapkan menjadi kawasan geopark nasional oleh pemerintah lantaran panoramanya yang eksotik, warisan geologi, memiliki budaya, keragaman fauna dan flora. Ada nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang kesemuanya menjadikan Silokek sebagai aset pariwisata yang tak ternilai.
“Kita harapkan Silokek menjadi aset yang memberikan kontribusi besar untuk pengembangan wisata di Sumatera Barat umumnya dan Sijunjung khususnya,” pungkasnya.