Banjir Masih Rendam Puluhan Hektare Sawah di Tulungagung

Ilustrasi [CDN]

TULUNGAGUNG – Puluhan hektare sawah, ladang dan sebagian permukiman di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, hingga saat ini masih terendam banjir.

Ketinggian air rata-rata mencapai 80 sentimeter. Pantauan di lokasi, Sabtu (9/3/2019), banjir masih menggenang cukup dalam di areal persawahan Desa Waung, Kecamatan Boyolangu. Hujan di lokasi sebenarnya sudah tidak lagi turun. Namun, besarnya debit air yang meluber saat banjir bandang pada Selasa (5/3/2019) dan Rabu (6/3/2019) membuat proses surutnya air berlangsung lama.

Si’is, warga setempat menyebut, pemukiman air hingga Jumat (8/3/2019) malam masih cukup tinggi. Air mulai surut banyak pada Sabtu pagi, setelah sejumlah warga dan petani membuka pintu air di sungai irigasi dan membersihkan material enceng gondok yang menyumbat aliran pembuangan air.

“Selain masalah di pintu air, ada tanggul yang jebol di sisi barat sana. Kami rencananya menutup kembali tanggul itu, namun karena debit banjir masih tinggi dan merendam tanaman padi hingga ketinggian 50 sentimeter, normalisasi kami tunda dulu sampai air banjir benar-benar surut,” katanya.

Kepala BPBD Tulungagung, Soeroto memastikan tanggul jebol di sungai irigasi Desa Waung, akan ditutup menggunakan puluhan karung yang telah diisi pasir. Material telah disiapkan. Warga dan petani telah dikoordinasi. Sedianya akan dilakukan kerja bakti masal bersama tim BPBD, TNI dan Polri untuk memasang karung pasir menutup tanggul yang jebol. Namun rencana kegiatan pada Sabtu (9/3/2019) itu akhirnya dibatalkan, seiring genangan banjir di areal persawahan yang masih tinggi.

Plt Bupati Tulungagung, Maryoto Bhirowo menyatakan, Pemkab Tulungagung akan mengevaluasi kembali penyebab banjir di Desa Waung. “Dinas PU pengairan akan membuat kajian dan rencana penanggulangan jangka panjang di alur-alur sungai yang memicu banjir di sana,” kata Mbah To, demikian Bupati Maryoto biasa dipanggil. (Ant)

Lihat juga...