Anies Harap Pencipta Konten Ikut Ubah Jakarta
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Pemprov DKI Jakarta terus mendorong dan mendukung kehadiran para pencipta konten di Ibu Kota yang tengah mempersiapkan City 4.0, di mana peran pemerintah sebagai kolaborator dan warga sebagai ko-kreator. Sehingga, semakin optimis bahwa Kota Jakarta dapat sejajar dengan kota-kota global lainnya.
Dia berharap konten kreator atau pembuat konten untuk ikut mengubah Jakarta. Pembuat konten bisa menyebarkan perkembangan kota di dunia maya.
“Kami butuh teman-teman (pembuat konten) untuk ikut tampilkan wajah baru (Jakarta) dalam konten, bagian kami ubah realitas. Kami harap teman-teman berikan feed back proses kreatif yang teman lakukan,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara simbolis membuka kegiatan Indonesia Content Creator Summit (ICCS) 2019, di Kawasan Dunia Fantasi, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Jumat (29/3/2019) malam.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan para pencipta konten, dapat berkolaborasi dan berkontribusi dengan kemajuan dunia digital yang membawa dampak postitif, bermanfaat bagi masyarakat Jakarta. Sekaligus dapat mengedukasi masyarakat akan pentingnya informasi dan teknologi (IT).
Tak hanya itu, diharapkan kolaborasi tersebut dapat mengurangi dampak negatif di kalangan generasi milenial atau meminamilisir penyebaran informasi hoax di Ibu Kota.
“Kami sedang mendorong agar Jakarta ini menjadi sebuah tempat di mana para content creator bisa berkreasi. Ini salah satu tempat yang kita ingin mengundang teman-teman untuk berkreasi di tempat ini,” kata Anies.
Kemudian, pada acara ini dia mengapresiasi dan menyambut positif kegiatan ini. Sebab, kegiatan ini memiliki arti dan manfaat penting untuk membangun ekosistem positif bagi para pembuat konten.
Tentunya, juga dapat menjadi ajang berbagi pengalaman, bertukar ilmu, serta membangun kerja sama yang baik antar komunitas. Sehingga, dapat makin merangsang pembuat konten untuk lebih menciptakan karya-karya terbaiknya.
Anies pun bercerita soal jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Sudirman yang baru. JPO itu sengaja didesain agar memberi kesan kepada pejalan kaki.
“Ini wajah Jakarta, ada beberapa hal baru yang kita lakukan. Kenapa kita buat JPO di Sudirman bukan sekedar JPO, tapi karya seni. Pesan itu saya sampaikan di situ,” tuturnya.
Perjalanan di JPO itu, lanjutnya, akan jadi pengalaman. Dengan begitu, pejalan kaki di JPO akan membagikan pengalamannya.
“Dalam JPO, mereka seberang tiap hari. Dengan rancangan baru, desain dinamis. Maka perjalanan jadi pengalaman. Kalau jadi pengalaman, dia akan bagikan pengalaman itu,” sambungnya.
Selain itu orang nomor satu di DKI tidak ingin kan kreatif konten menyampaikan hal yang baik. Melainkan, kritik dan penyampaian masalah di masyarakat pun harus dikabarkan.
“Yang positif dibilang positif yang masalah di bilang masalah. Jangan yang masalah ditutup-tutupi,” jelasnya.
Direktur Utama PT. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk, C. Paul Tehusijarana mengatakan kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, pada 29-31 Maret 2019. Gelaran ini turut mengajak peserta untuk menjelajahi seluruh destinasi wisata yang terdapat di kawasan Ancol, termasuk menyambangi Pulau Bidadari yang baru saja dibuka kembali dengan tema baru “Gateway To Batavia”.
Selain itu, para peserta juga akan menjelajahi Jakarta menggunakan beragam jenis transportasi yang tersedia, seperti Transjakarta, LRT, dan MRT.
“Kami adakan kegiatan ini selain menjadi ajang temu dan sharing, juga ingin meningkatkan animo para content creator agar dapat lebih aktif untuk berkarya”, ucapnya.
Perlu diketahui, penyelenggaraan ICCS 2019 diinisiasi oleh PT. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk. Serta didukung oleh BUMD Provinsi DKI Jakarta, antara lain PT Bank DKI, PT Transportasi Jakarta, PT MRT Jakarta, PD Pembangunan Sarana Jaya, dan Perumda Pasar Jaya.
Kegiatan ini sekaligus sebagai apresiasi kepada para pencipta konten yang produktif menciptakan konten berkualitas, khususnya dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia. Peserta ICCS 2019 yang berjumlah 60 orang ini berasal dari Jakarta, Medan, Bandung dan Yogyakarta.
ICCS 2019 diselenggarakan karena melihat potensi fenomena pembuat konten di media sosial yang cukup digandrungi generasi muda saat ini, ditambah perkembangan media sosial di Indonesia yang kini begitu pesat.