Tutut Soeharto: Pesantren Ujung Tombak Budi Pekerti
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
JAKARTA — Putri Presiden Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana didampingi Siti Hutami Endang Adiningsih, bersilaturahmi ke pondok pesantren Al-Mubarok, Cimuncang, Sumur Pecung, Serang, Banten, Kamis (14/2/2019).
Pada kunjungan ini, Tutut Soeharto juga mengajak anaknya, Danty Rukmana dan ponakannya, Retnowati Widowati Harjojudanto atau Enno Sigit. Kehadiran keluarga Cendana ini disambut sangat antusias oleh para santri dan masyarakat Serang.
Dalam sambutannya, Tutut Soeharto menyampaikan tentang pentingnya peran pesantren untuk pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Menurutnya, pesantren adalah ujung tombak dari penataran budi pekerti. Sehingga selain berbekal ilmu agama, para santri mampu menangkal pemahaman dan budaya asing yang ingin menghancurkan etika dan tatanan moral suatu bangsa.
“Dulu Bapak (Pak Harto) pernah mengatakan, bahwa peran pesantren sangat luar biasa dalam membantu pemerintah. Mewujudkan generasi yang memiliki akhlaqul karimah, beradab, bertaqwa, dan menguasai ilmu agama serta dunia,” ujarnya.
Dia menegaskan, kalau tidak ada pesantren, pemerintah akan mengalami kesulitan dalam membentuk moral bangsanya.
“Jadi peran pesantren itu sangat penting dalam pembangunan bangsa. Pesantren merupakan sarana pendidikan yang luas, terkhusus ilmu agama,” ujarnya.
Putri sulung Presiden Soeharto ini, mengajak agar santri dan masyarakat Serang bergerak bersama berbuat kebaikan untuk kemajuan bangsa dan negara.
Pada silaturahmi ini, suasana hangat terlihat manakala dialog interaktif antara Tutut Soeharto dengan masyarakat Serang, tercipta. Tidak ada jurang pemisah, mencair harmonis dengan tebaran senyum khas Tutut Soeharto.
Istri Indra Rukmana ini mengajak tokoh agama Banten, Badrudin untuk berdiskusi menyampaikan aspirasi dan masukan bagi perubahan Indonesia lebih baik lagi.
Tutut Soeharto juga menanyakan pada Badrudin terkait keadaan masyarakat Serang, Banten.
“Bagaimana keadaan masyarakat di sini, Pak?,” tanya Tutut Soeharto.
” Alhamdulillah sehat semua, Bu. Masyarakat Banten sudah cerdas, terutama dalam menggunakan hak pilihnya pada pemilu April mendatang. Insha Allah,” dengan sigap, Badrudin menjawab.
Menurutnya, Banten banyak memiliki pesantren dan tempat pendidikan yang kelak melahirkan ulama dan ilmuwan muslim yang mumpuni. keberadaan mereka akan sangat berguna bagi masyarakat, nusa, bangsa, dan agama.
Namun sayangnya, kata dia, banyaknya pesantren tersebut tidak mendapatkan optimilasasi dukungan dari pemerintah.
“Di Banten dari zaman kiwari sampai sekarang banyak pesantren. Ibu mungkin dapat membantu pesantren dan para santri. Agar kelak mereka sukses dan bermanfaat. Jadi mohon diperhatikan ya, Bu,” tandasnya.
Atas keluhan itu, Tutut Soeharto memberi solusi dengan jawaban. “Insya Allah Pak, kami akan bantu. Ketika Bapak (Pak Harto), sebelum menjabat presiden pun banyak membantu pendidikan masyarakat kita melalui Yayasan. Termasuk untuk prajurit melalui Yayasan Trikora,” ujarnya.
Beliau juga menyampaikan, bahwa saat ini beberapa yayasan, seperti Yayasan Dharmais dan Yayasan Supersemar tidak dapat bergerak secara maksimal. Karena sedang diawasi dan disorot pemerintah.
Padahal, kata Tutut Soeharto, yayasan-yayasan tersebut milik publik dan laporan pertanggungjawabannya juga disampaikan kepada publik.
“Yayasan tersebut bukan milik keluarga Cendana,” tandasnya.

Badrudin juga mengeluhkan, banyaknya warga negara asing (WNA) Cina yang datang ke Banten untuk membuka berbagai usaha.
Hal ini menurutnya, berdampak pada pedagang lokal yang mengalami sepi transaksi saking menurunnya pembeli.
Terkait keluhan ini pula, Tutut Soeharto mengaku prihatin. “Insha Allah dengan doa dan ikhtiar yang kita miliki. Kita akan memberikan yang terbaik, khususnya untuk masyarakat Banten. Mohon doanya, semoga setiap langkah dan usaha kita dipermudah Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tegasnya.
Tutut Soeharto juga mengingatkan para calon legislatif (caleg) Partai Berkarya untuk mencatat semua keluhan masyarakat yang disampaikan. Agar caleg yang terpilih nanti dapat memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Banten, dan umumnya masyarakat Indonesia.