Pascatsunami, TPA Roudhotul Jannah Gunakan SDN 2 Kunjir untuk Aktivitas KBM 

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Aktivitas Taman Pendidikan Alquran (TPA) Roudhotul Jannah di Dusun IV RT 9, Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan mulai berjalan kembali. Setelah sebelumnya sempat berhenti akibat gempa dan tsunami 22 Desember 2018 silam.

Ustad Ibrohim Usman, pengajar di TPA Roudhotul Jannah Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan. Foto: Henk Widi

Ustad Ibrohim Usman, pengajar TPA Roudhotul Jannah menyebut tempat belajar yang berada di dekat pantai hingga kini masih belum diperbaiki. Untuk proses kegiatan belajar mengajar, sementara waktu dilakukan di SDN 2 Kunjir.

“Pembagian waktu belajar dilakukan mengingat sejumlah siswa merupakan siswa sekolah yang pada pagi dan sore melakukan kegiatan belajar di sekolah negeri,” sebutnya saat ditemui Cendana News, Kamis (28/2/2019).

Ustad Ibrohim Usman yang juga guru pelajaran agama Islam di SDN 2 Kunjir menyebutkan, sekolah tersebut 90 persen mengalami kerusakan akibat tsunami. Sejumlah kelas hancur akibat terjangan tsunami sehingga KBM dipindahkan ke SDN 1 Kunjir yang masih bisa digunakan.

“Meski mengalami kerusakan parah sejumlah kelas di antaranya kelas 4,5,3 masih bisa dimanfaatkan. Sesuai kesepakatan dengan pihak sekolah serta tokoh masyarakat KBM siswa TPA Roudhotul Jannah diperbolehkan memakai gedung yang masih utuh,” tambahnya.

Saat ini ustad Ibrohim Usman menyebut TPA Roudhotul Jannahmemiliki sebanyak 50 murid. Beberapa di antaranya merupakan pelajar dari SDN 1 Kunjir dan SDN 2 Kunjir yang belajar secara bergantian.

Ustad Ibrohim Usman menyebut kegiatan belajar mengajar di TPA Roudhotul Jannah sementara mempergunakan karpet yang jumlahnya juga masih terbatas. Sementara untuk murid, bantuan berupa peralatan belajar sudah mencukupi karena selama ini donatur dan relawan telah memberikan bantuan melalui sekolah.

“Khusus untuk para siswa TPA yang merupakan siswa SDN 2 Kunjir mereka memang sudah mendapat bantuan namun kami tetap berharap bantuan bagi TPA Roudhotul Jannah,” terang Ustad Ibrohim Usman.

Kegiatan belajar di TPA Roudhotul Jannah disebutnya menjadi penunjang bagi pendidikan agama Islam pada lembaga pendidikan sekolah dasar. Kegiatan dilakukan pada siang dan sore hari di luar jam sekolah.

“Kegiatan tersebut sangat membantu karena anak-anak bisa memiliki sifat terpuji dengan melakukan kebiasaan yang baik termasuk dasar dasar agama Islam,” terangnya.

Riski, salah satu murid kelas 2 SDN Kunjir menyebut selama sekolahnya rusak akibat tsunami ia harus belajar pada siang hari di SDN 1 Kunjir. Sistem belajar secara bergantian memakai sekolah lain masih dilakukan karena pembangunan sekolah baru belum dilakukan.

Sebagai siswa SDN 2 Kunjir sekaligus siswa TPA Roudhotul Jannah ia berharap kegiatan belajar mengajar masih tetap berjalan meski masih menumpang di bangunan sekolah.

Lihat juga...