Puluhan Warga Luka dan Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa M=5,3
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
SOLOK SELATAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat menyebutkan, hingga menjelang siang ini, akibat gempa berkekuatan 5,3 magnitudo yang terjadi di Kabupaten Solok Selatan, ratusan unit rumah alami rusak ringan, sedang, dan berat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Barat, Rumainur mengatakan, kondisi dampak gempa di Kabupaten Solok Selatan akan terus diperbaruhui, mengingat sampai saat ini BPBD bersama TNI, Polri, dan masyarakat masih melakukan penanganan di lapangan.
“Untuk korban meninggal akibat gempat itu, sejauh ini belum ada kabar. Cuma yang luka-luka ada 48 orang. Saya belum bisa menyatakan data pasti, karena masih melakukan penanganan di lapangan,” ujarnya, Kamis (28/2/2019).
Kondisi rumah yang rusak ringan akibat gempa itu tersebar di 5 nagari yang berada di kawasan Kecamatan Sangir Balai Janggo. Nagari Talunan ada 30 unit rusak sedang. Nagari Sungai Kunyit 21 unit rusak berar, 42 unit rusak sedang, 105 unit rusak ringan. Nagari Sukun Barat 1 unit rusak berat, 50 unit rusak sedang, dan 50 unit rumah ringan. Selanjutnya di Kecamatan Sangir Batang Hari ada 30 rusak sedang.
Sementara itu, data hingga pagi tadi, korban akibat gempa ditangani di Puskesmas Mercu 22 orang, Puskesmas Abai 2 orang, Puskesmas Taunan 23 orang, Puskesmas Bidar Alam 1 orang, dan satu orang ini dirujuk ke RSUD Solok Selatan.
Rumainur menyebutkan, mengingat cukup banyaknya rumah yang rusak akibat gempa, dibutuhkannya tempat pengungsian yang memiliki lahan yang luas. Sejauh ini Pemkab Pesisir Selatan masih mencari lokasi untuk korban gempa.
“Kita dari BPBD provinsi ada tiga tenda pengungsian yang dibawa dengan ukuran besar, sedang, dan kecil. Serta membawa sejumlah makanan siap saji, sebagai persiapan awal di lokasi pengungsian nantinya,” tegasnya.