Ikan Super Mahal yang Diburu Saat Imlek

Editor: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Ikan dewa diyakini oleh warga keturunan Tionghoa sebagai ikan pembawa keberuntungan dan menjadi hidangan wajib saat perayaan imlek. Karena itu, setiap tahunnya permintaan ikan dewa meningkat saat mendekati perayaan Imlek. Padahal harga ikan ini cukup fantastis, mencapai Rp1 juta per kilogram.

Mahalnya harga ikan yang mempunyai nama latin labeobarbus douronensis ini, karena kandungan gizinya yang tinggi. Daging ikan dewa mengandung albumin yang bermanfaat untuk memperbaiki sel-sel tubuh. Proses perawatan dan makanan ikan ini juga berbeda dengan ikan pada umumnya.

Pekerja pembibitan ikan dewa di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Sukaryo mengatakan, permintaan ikan dewa meningkat dalam satu pekan terakhir dan biasanya puncak permintaan saat perayaan imlek pada Selasa (5/2/2019) mendatang.

Selain dari pasar lokal Banyumas, permintaan ikan dewa juga datang dari luar Banyumas, seperti Jakarta dan Bandung.

ʺKalau luar kota, paling banyak permintaan dari kota-kota di Jawa Barat dan Jakarta. Dalam minggu ini kita kirim ke Jakarta dua kali, dan sekali pengiriman jumlahnya sampai ribuan ekor,ʺ kata Sukaryo, Sabtu (2/2/2019).

Saat ini, stok ikan dewa di tempat Sukaryo bekerja masih sekitar 10 ton yang siap dikonsumsi. Ikan tersebut mempunyai berat antara 3 ons hingga 1 kilogram. Biasanya berat ikan dewa bisa mencapai 3-5 killogram, tetapi untuk ikan yang besar-besar sudah dikirim ke luar kota untuk memenuhi pesanan.

ʺUntuk memenuhi permintaan pasar dari warga Tionghoa Banyumas dan sekitarnya, kita hanya memiliki stok ikan dengan berat maksimal 1 kilogram. Dan stok ini biasanya habis dalam 1-2 hari ke depan, karena puncak permintaan ikan dewa biasanya menjelang Imlek, pemesan datang langsung ke kolam untuk memilih ikan,ʺ terangnya.

Sementara itu, terkait proses perawatan ikan dewa, Sukaryo menjelaskan, perawatannya berbeda dengan ikan pada umumnya. Ikan dewa membutuhkan makanan khusus supaya bisa berkembang dengan maksimal.

Untuk ikan yang baru menetas dari telur, harus diberi makanan telur ayam. Konsumsi telur ayam ini sampai ikan berusia 10 hari. Selanjutnya, setelah ukuran ikan mencapai 2 sentimeter atau setelah berusia 15 hari, diberi makan cacing sutera.

ʺSetelah ikan lebih besar dan mencapai ukuran 5 sentimeter, kita beri makan pelet jenis Ps 1000 dan untuk ikan ukuran besar yang sudah siap konsumsi, secara intensif diberi makanan yang mengandung protein tinggi,ʺ jelas Sukaryo.

 

Lihat juga...