JAKARTA – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) juga perlu beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang datang bersama era digital dalam mempersiapkan anak-anak usia 0-6 tahun yang 25 tahun mendatang akan menjadi tulang punggung pembangunan bangsa. Demikian kata Ketua Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (Igaba) Unisuciati.
“Persiapan seharusnya sudah dimulai sejak dini dan dimulai dari para guru PAUD,” kata Unisuciati di sela peringatan Milad 100 tahun TK-TK Aisyiyah Bustanul Athfal di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka), Jakarta, Sabtu.
Untuk itu, ia mengatakan, para guru PAUD dan taman kanak-kanak mesti mendapat bekal kemampuan teknologi informasi dan komunikasi.
Dia mengatakan, kebanyakan pengajar PAUD sekarang telah berusia 40 tahun ke atas dan sebagian masih gagap teknologi, sementara generasi masa kini sudah melek digital sejak usia dini.
“Sekarang anak dua tahun saja sudah pintar main ‘gadget’ (gawai),” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kurikulum 2013 untuk Taman Kanak-Kanak memang sudah mencakup bidang pengembangan pembelajaran komputer, namun fokusnya lebih pada pengenalan bentuk, warna, huruf dan semacamnya menggunakan komputer.
Padahal saat ini, pada anak usia dini, tantangan yang dihadapi dalam pemanfaatan sarana digital lebih pada potensi penyalahgunaan untuk hal-hal yang tidak baik, dan antisipasi dampaknya pada pertumbuhan motorik dan kognitif anak.
“Karena itu kami selalu menyarankan kepada orangtua agar mendampingi dan juga membatasi anak dalam penggunaan ‘gadget’. Orangtua memang harus menerapkan disiplin dan aturan ketat demi kebaikan anak,” kata Unisuciati.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Uhamka, Desvian Bandarsyah, mengatakan, generasi masa kini dituntut beradaptasi dengan perubahan global.
“Bangsa kita beruntung memiliki bonus demografi cukup besar yang bisa menjadi lokomotif pembangunan. Namun sebaliknya justru bisa menjadi negatif dan beban jika kita tidak bisa memanfaatkan peluang yang ada di era revolusi industri 4.0,” katanya.
Dia mengatakan, pemerintah mesti memprioritaskan PAUD untuk mempersiapkan generasi penerus menghadapi perubahan-perubahan global.
“Secara kelembagaan pemerintah sudah membentuk Dirjen PAUD di Kemdikbud, tapi secara infrastruktur, SDM dan lain-lainnya belum prioritas,” katanya. (Ant)