DPRD Balikpapan Desak Pertamina Tambah Kuota BBM Subsidi

Editor: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Komisi III DPRD Balikpapan minta kepada Pertamina untuk segera melakukan pemerataan penyaluran solar ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Permintaan itu dilakukan agar antrean yang terjadi dapat terpecah khususnya antrean kendaraan berbahan bakar solar.

Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Nazaruddin, menjelaskan, perlu dilakukan pemerataan penyaluran solar subsidi ke seluruh SPBU agar antrean kendaraan tidak semakin panjang.

“Sejauh ini hanya beberapa SPBU yang terkumpul, terjadi antrean. Maka kami minta data mengenai pasokan solar dan lainnya dari Pertamina,” paparnya, usai kegiatan RDP dengan Pertamina di ruang Komisi III DPRD Balikpapan, Kamis (28/2/2019).

Tidak hanya itu, pihaknya juga minta penambahan kuota BBM bersubsidi agar antrean tidak semakin parah. “Kuotanya ditambah juga agar antrean nggak semakin parah,” tandasnya.

Terkait praktik pengetapan yang diungkap Polres Balikpapan di SPBU Kebun Sayur, Komisi III menginginkan agar pengelolanya juga diberi sanksi tegas.

“Sebagai efek jera supaya pengelola SPBU lainnya tidak berani melakukan praktik yang dilarang,” tandasnya.

Selain itu, Komisi III juga akan melakukan sidak ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum untuk memastikan antrean masih terjadi atau tidak dan memastikan penyaluran BBM yang berjalan.

Sementara itu, SER 1 Pertamina MOR VI Kalimantan, Ahmad Tohir menegaskan, tidak ada pengurangan pasokan BBM bersubsidi. Bahkan yang Pertamina lakukan adalah penambahan pasokan yang mencapai 40 persen dibanding 2018 lalu.

SER 1 Pertamina MOR VI Kalimantan, Ahmad Tohir – Foto: Ferry Cahyanti

“Sudah kami tambah penyalurannya, kalau Februari tahun lalu cuma 56 KL, kini ditambah jadi 82,5 KL supaya tetap stabil dan mengurangi antrean di SPBU. Jadi, pasokan tidak dikurangi,” tukasnya.

Dalam penindakan disebutkannya, Pertamina hanya sebatas penyalur BBM. Sedangkan untuk pengawasan merupakan ranah dari BPH Migas dan penindakan hukum adalah wewenang kepolisian.

Menanggapi adanya antrean panjang, Ahmad Tohir menjelaskan, karena mayoritas areal SPBU di kota Balikpapan kecil.

“Pasokan dan pengisian premium serta solar dibarengkan, ya jadi antrean seperti November tahun lalu,” imbuhnya.

Lihat juga...