Deddy Dhukun: Ibu Tien Soeharto Inspirasi untuk TMII
Editor: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Musisi Deddy Dhukun mengaku punya kenangan indah bersama Presiden Kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto dan Ibu Negara, Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto.
Yakni, saat Deddy mendampingi Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Baik itu saat TMII mulai dibangun, maupun setelah diresmikan.
“Nah, saya sering ikut bersama Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto, berkunjung ke TMII. Ya sekitar 8 kali ya, saya mendampingi beliau ke TMII. Itu kenangan terindah saya tak terlupakan,” kata Deddy kepada Cendana News, Rabu (27/2/2019).
Saat kunjungan itu, menurutnya, mereka berkeliling TMII, melihat ragam budaya di anjungan-anjungan daerah. Menyaksikan tampilan tari daerah dan atraksi tradisional lainnya.
“Ini kenangan terindah saya bersama Beliau. Ibu Tien Soeharto dan Pak Harto sangat mencintai kesenian rakyat, dan peduli pada rakyat kecil,” ujarnya.
Dalam kunjungan itu pula, kenang Deddy, Ibu Tien Soeharto menyampaikan kepada dirinya, bahwa pembangunan TMII untuk menampilkan keragaman budaya Indonesia. Budaya adalah perekat persatuan dan kesatuan bangsa yang tidak akan luntur ditelan zaman.
“Ibu Tien Soeharto telah mempersembahkan yang terbaik untuk bangsa, yaitu miniatur Indonesia bernama TMII. Ibu Tien Soeharto adalah inspirasi untuk TMII, ide dan gagasan Beliau sangat cemerlang,” ujarnya.
Menurutnya, meskipun dulu pembangunan TMII banyak yang mendemo, Ibu Tien Soeharto sangat legowo menerima segala bentuk protes dari masyarakat dan tetap menghargainya. Namun pembangunan TMII, tentu akan terus dilaksanakan. Karena TMII merupakan wahana pelestarian budaya bangsa, ada edukasi budaya bagi masyarakat.
Seiring perkembangan waktu, masyarakat bisa merasakan manfaat pembangunan TMII yang sarat budaya. Bahkan banyak para seniman anjungan daerah yang dibina TMII, tampil di istana negara hingga ke luar negeri mewakili Indonesia.
“Alhamdulillah TMII jadi tempat rekreasi dan edukasi sejarah budaya bangsa yang dibanggakan masyarakat. TMII adalah cagar budaya terbaik di Indonesia dan dunia,” ujarnya.
Karena TMII menjadi rumah bagi semua keragaman budaya yang ada di Indonesia,. maka kata Deddy, tugas kita sekarang adalah melanjutkan kemuliaan peradaban bangsa, sesuai yang dicita-citakan oleh Ibu Tien Soeharto. Sehingga TMII ke depan menjadi ikon utama dalam memuliakan kebudayaan Nusantara dan peradaban bangsa Indonesia.
Saat berkunjung ke TMII itu, Deddy mengaku, ada pesan yang disampaikan Ibu Tien Soeharto kepadanya. “Terus berkarya menjadi seniman yang utuh dan abadi, jangan ikut-ikutan tidak baik. Lestarikan budaya bangsa juga ingatkan anak muda,” ujar Deddy menirukan ucapan almarhumah Ibu Tien Soeharto, kala itu.
Menurut dia, sosok Ibu Tien Soeharto adalah seorang ibu berhati mulia dan penerang jiwa. “Beliau itu Ibu Negara yang berhati mulia, sosoknya tak tergantikan. Begitu juga dengan Pak Harto adalah pemimpin bangsa yang mengayomi rakyat,” ujarnya.
Deddy mengaku, kalau dirinya sering silaturahmi ke kediaman Ibu Tien Soeharto di Jalan Cendana, Menteng, Jakarta Pusat. Ini mengingat kedekatan dia dengan putri sulung Presiden Soeharto, yaitu Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto, dalam menggelorakan Kirab Remaja Nasional.
Kegiatan Kirab Remaja Nasional, jelas dia, merupakan wahana pembinaan generasi muda Indonesia yang selalu mengedepankan Pancasila, UUD 1945, bhinneka tunggal ika dan NKRI.
“Saya dulu sering dampingi Mbak Tutut dalam menggelorakan Kirab Remaja Nasional. Insyaallah Mbak Tutut, nanti bisa menghidupkan Kirab Remaja lagi di seluruh Indonesia,” ujar pria kelahiran 50 tahun tersebut.
Hingga saat ini, kata dia, silaturahmi dengan keluarga Cendana tetap terjalin. Karena itulah menurut Deddy, hakekat untuk memantapkan dan memperkuat kebersamaan serta persaudaraan.
Deddy pun berkisah, saat silaturahmi ke rumah Cendana, ia sering tampil bernyanyi di hadapan Ibu Tien Soeharto dan Pak Harto.
Bagi Deddy, melantunkan lagu-lagu karya dia di hadapan Ibu Tien Soeharto, merupakan momen terindah penuh makna.
Karena menurutnya, Ibu Tien Soeharto sangat menyukai lagu-lagu keroncong. Ada rasa deg-degan di hati Deddy saat melantunkan lagu-lagu karyanya dengan alunan musik pop dan jazz.
“Deg-degan, tapi saya berusaha tampil maksimal, menyanyikan lagu karya saya dengan warna pop dan jazz. Alhamdulillah Ibu Tien Soeharto terhibur, dan berpesan agar saya jadi seniman yang utuh,” ujar Deddy, terlihat matanya berbinar.