Transaksi dengan EDC di Sumut Tembus Rp775,76 Miliar
MEDAN – Jumlah transaksi menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC) di Sumatera Utara (Sumut), mencapai Rp775,76 miliar. Angka tersebut adalah posisi di Juni 2018. Diyakini, seiring terus berkembangnya penggunaan uang elektronik atau e-money, angkanya masih akan bergerak.
“Jumlah mesin EDC yang berfungsi untuk menerima pembayaran dari pelanggan ke toko menggunakan kartu kredit maupun kartu debit, juga meningkat,” ujar Direktur Bank Indonesia (BI), Andiwiana S di Medan, Kamis (10/1/2019).
Berdasarkan data, pada posisi sama di Juni 2018, sudah ada 38 ribuan mesin EDC yang beredar di Sumut “BI memperkirakan, jumlah mesin EDC maupun transaksinya terus meningkat, karena penggunaan e-money di tengah masyarakat bertambah terus,” tandasnya.
Peningkatan penggunaan e-money, dipengaruhi sejumlah faktor. Mulai dari kebijakan berbagai perusahaan BUMN dan swasta, termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang membuat program-program pembayaran menggunakan e-money.
Hal tersebut juga di dukung, meningkatnya pemain uang elektronik server based, yang sudah memasuki Sumut. Serta gerak cepat para pedagang, melihat peluang bisnis penyediaan EDC untuk digunakan bertransaksi.
Program BUMN, meningkatkan penggunaan nontunai seperti, pembayaran uang tol, pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM), parkir di Bandara Kualanamu, hingga ongkos menaiki Bus Trans Binjai. “Transaksi nontunai di jalan tol Sumut misalnya, sudah capai 96,2 persen pada Desember 2018, dari 78 persen di awal Januari 2018,” ungkapnya.
Transaksi nontunai di jalan Tol Sumut, per bulan rata-rata mencapai 3,35 juta transaksi. Peningkatan pemain uang elektronik server based, yang memasuki Sumut terlihat dari munculnya T-Cash, Go-Pay, Ovo, Saku, Sakuku, Dana serta perbankan seperti Mandiri, BNI, BRI, dan BCA yang mengeluarkan e-money. Gerak cepat para pedagang melihat peluang bisnis dari e-money, terlihat dengan semakin banyaknya toko atau gerai yang menyediakan mesin EDC untuk digunakan konsumen dalam bertransaksi. “BI sendiri terus mensosialisasikan penggunaan nontunai di tengah masyarakat,” pungkas Andiwiana. (Ant)