Titiek Soeharto Hadir di Bali, Warga Ingin UKM Diperhatikan
Editor: Satmoko Budi Santoso
DENPASAR – Siti Hediati Hariyadi atau akrab pula disapa Titiek Soeharto bertemu dengan sejumlah relawan emak-emak di Bali.
Setelah Jawa dan Sumatera dan beberapa tempat di Indonesia, kali ini giliran Bali menjadi tempat untuk bertemu dan menyapa para relawan Gerakan Rabu Biru (GRB).
Ratusan orang simpatisan yang juga menamai dirinya sebagai relawan partai emak-emak Prabowo-Sandi (Pepes) sudah sejak siang menunggu kedatangan Titiek Soeharto di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Denpasar Rabu (2/1/2019).

Ketika Putri Cendana, anak Presiden Kedua RI Soeharto ini tiba di lokasi, memang langsung disambut antusias oleh para emak.
Mbak Titiek mengenakan safari panjang warna biru, langsung diserbu oleh para emak yang sudah menunggu. Tidak sedikit orang yang minta foto bersama dengan Mbak Titiek. Sesekali terdengar teriakan Prabowo-Sandi yang merupakan salah satu calon dalam Pilpres April mendatang.
Fuli Mandini, salah seorang relawan Pepes Bali mengatakan, ia dan ratusan relawan lainnya sengaja datang dan menunggu untuk bertemu langsung dengan Mbak Titiek. Ia mengaku sangat bangga akan kedatangan Titiek Soeharto di Bali. Pihaknya yakin akan kemenangan Prabowo-Sandi di Bali.
Menurutnya, dukungan ini diberikan bukan tanpa alasan. Melainkan karena ia merasa selama kurun waktu hampir lima tahun belakangan telah terjadi ketimpangan terutama ketimpangan dalam hal harga bahan pokok.
“Oleh sebab itu, kami sangat menaruh harapan besar kepada pasangan Prabowo-Sandi. Agar rasa keadilan kembali menjadi milik rakyat Indonesia,” ucapnya, saat ditemui Cendana News.
Tak ketinggalan, Fuli juga sudah mengajak Mbak Titiek foto bersama.

“Tadi sudah puas foto dengan Mbak Titiek,” imbuhnya.
Sementara itu, Fabian Cornelis, selaku Ketua Tidar Bali mengatakan, kegiatan GRB merupakan salah satu persiapan untuk terus memantapkan koordinasi dengan para relawan pendukung Prabowo-Sandi di Bali.
Menurutnya, pihaknya bersama dengan partai koalisi sangat optimis akan kemenangan Prabowo-Sandi di tahun 2019. Ia yakin ke depan peminat akan terus mengalami kenaikan.
“Ini bukan persoalan gerakan partai koalisi. Akan tetapi amino masyarakat akan perubahan. Untuk di Bali kita tidak menargetkan secara muluk-muluk. Sekitar 35 persen,” kata Febian.
Menurut Febian, memang akan lebih menyentuh pada persoalan UMKM. Karena hal inilah yang menjadi isu strategis saat ini. Isu terkait kebutuhan dasar masyarakat yang paling utama.
“Kami sudah sounding kepada para relawan untuk program ini,” pungkas Febian, yang juga Ketua Bidang Relawan Pemenangan Prabowo-Sandi Provinsi Bali tersebut.