Realisasi Imunisasi MR di Karimun Baru 60 Persen

KARIMUN  – Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, menyatakan pelaksanaan imunisasi measles dan rubella (MR) untuk mencegah penyakit campak dan rubella hanya terealisasi 60 persen.

“Hanya 60 persen meski sudah kami perpanjang selama satu bulan pada Desember 2018,” kata Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi, di Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Rachmadi mengakui, realisasi pemberian vaksin MR cukup rendah, jauh dari target dengan sasaran 65.090 anak, baik balita maupun anak sekolah usia di bawah 15 tahun.

Menurut dia, petugas sudah melakukan upaya maksimal, namun masih banyak warga masyarakat yang ragu dengan sertifikasi kehalalan vaksin itu.

“Kami juga sudah sosialisasikan bahwa vaksin MR hukumnya mubah, tapi warga yang ragu,” kata dia.

Dijelaskannya, dari 12 kecamatan, realisasi imunisasi MR tertinggi berada di Kecamatan Durai yang terealisasi 95,5 persen dari 1.519 anak, atau yang mendapatkan vaksin MR sebanyak 1.183 anak.

Sedangkan kecamatan yang realisasinya paling rendah, yakni Kecamatan Karimun yang terealisasi 7.302 anak dari total sasaran 14.770 anak atau 49,4 persen, dan Kecamatan Tebing yang terealisasi 49,9 persen atau 3.934 dari sasaran sebanyak 7.887 anak.

“Kecamatan lain bervariasi, ada 87 persen, 85 persen, 69 persen,” kata dia.

Ia mengatakan pemberian vaksin MR akan terus dilanjutkan dan menjadi program rutin sebagai salah satu upaya memperluas cakupan program.

“Tetap kami adakan di posyandu-posyandu. Untuk anak sekolah, khususnya kelas 1 juga akan kami berikan pada tahun ajaran baru, sebab nanti vaksin campak yang biasa diberikan kepada anak-anak, akan diganti dengan vaksin MR,” tuturnya.

Program imunisasi MR diluncurkan pada Agustus 2018 dengan sasaran anak sekolah dan September 2018 dengan sasaran balita atau anak usia 9 bulan sampai 5 tahun, dan diperpanjang karena masih rendahnya anak yang mendapatkan suntikan vaksin tersebut. (Ant)

Lihat juga...