Sampah Warnai Awal Tahun Baru di Kota Maumere

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MAUMERE — Hujan yang mengguyur kota Maumere kabupaten Sikka sejak awal tahun 2019 membuat sampah berserakan di beberapa ruas jalan di kota Maumere. Banjir pun menggenangi beberapa ruas jalan utama dan pengendara perlu berhati-hati.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Sikka Ir. Yunida Pollo. Foto : Ebed de Rosary

“Paling parah terjadi tanggal 1 Januari dibandingkan hari ini. Kalau kemarin, sampah plastik serta ranting-ranting kayu berserakan di jalan. Jalanan pun dipenuhi lumpur dan bebatuan,” sebut Stefanus Nong, Rabu (2/1/2019).

Dikatakan Stef sapaannya, hampir setiap tahun kalau terjadi hujan lebat pasti jalanan di kota Maumere dipenuhi sampah. Air tidak bisa mengalir karena saluran airnya sangat sempit. Selain itu banyak sekali pasir dan tanah di saluran.

Kalau hujan lebat, sebut Stef, banjir paling parah terjadi di samping kantor bupati Sikka, baik di sebelah timur maupun sebelah barat depan rumah jabatan wakil bupati. Juga di sepanjang jalan Gajah Mada serta di depan pelabuhan Laurens Say Maumere.

“Air menggenangi badan jalan terkadang sampai setengah meter,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Sikka Ir. Yunida Pollo menyebutkan, untuk mengatasi banjir di jalan Gajah Mada, pihaknya telah membuat dry dam di kelurahan Nangalimang di wilayah ketinggian.

“Dampak dari pembangunan dry dam ini sangat terasa sekali dengan berkurangnya debit air yang mengalir melewati badan jalan negara hingga masuk ke kota Maumere. Tahun 2018 harusnya kita membangun beberapa lagi namun tidak ada dana untuk itu,” sesalnya.

Pemerintah juga melalui Bappeda tambah Yunida, telah membuat master plan pembangunan drainase di kota Maumere. Tentunya ini membutuhkan dana yang sangat besar dan mudah-mudahan bisa terwujud di 2019 ini.

“Tahun ini juga kita akan membeli beberapa tempat sampah untuk ditempatkan di tempat-tempat umum seperti di pertokoan dan pasar. Memang ada rencana untuk menambah kontainer sampah,” terangnya.

Yunida pun meminta agar masyarakat juga jangan membuang sampah di saluran air. Biasanya saat hujan masyarakat memanfaatkannya dengan membuang sampah apalagi ranting-ranting pohon ke saluran air.

“Kali mati sudah kami bersihkan sehingga kalau terjadi luapan air saat banjir air sudah bisa mengalir lancar ke muara. Namun masih ada beberapa titik lagi yang belum, sebab masih ada kandang ternak masyarakat,” pungkasnya.

Lihat juga...