Ratusan Pengungsi Asal Pulau Sebesi dan Sebuku, Dipulangkan
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Setelah dua pekan mengungsi, 135 korban bencana tsunami di posko lapangan tenis indoor Kalianda, Lampung Selatan, dipulangkan, menyusul situasi yang membaik.
Para pengungsi dibawa ke dermaga Canti, Kecamatan Rajabasa, untuk selanjutnya dibawa dengan kapal motor penumpang yang kerap melayani rute pulau Sumatra dan Pulau Sebesi, serta Pulau Sebuku.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamsel, I Ketut Sukerta, menyebut, rombongan pengungsi dari lapangan tenis indoor Kalianda diangkut dengan kendaraan yang disiapkan pemerintah daerah. Di antaranya 2 mobil truk dari Kodim 0421 Lampung Selatan, 1 truk dari Polisi Pamong Praja Lamsel, 1 bus Dinas Perhubungan Lamsel dan 2 bus milik Pemkab Lamsel.
“Saya meminta, agar pengungsi memperhatikan keluarga masing-masing, agar tidak terpisah dan mengikuti petunjuk dan arahan dari petugas selama perjalanan,” terang I Ketut Sukerta, di dermaga Canti, Minggu (6/1/2018).
I Ketut Sukerta juga mengatakan, agar warga tetap waspada dan tidak panik saat terjadi kondisi yang tidak diinginkan seperti tsunami. Ia mengimbau, agar masyarakat tidak mudah menyebarkan kabar bohong (hoaks) melalui media sosial, meskipun hanya sebagai gurauan.
Hal tersebut untuk menghindarkan kepanikan, selain itu ia memastikan Pemkab Lamsel telah berbuat maksimal dalam penanganan terhadap pengungsi.
Sementara itu, Burhanudin, salah satu pengungsi, menyebut, penanganan yang dilakukan kepada pengungsi sangat baik. Ia dan keluarga serta warga Pulau Sebesi lainnya mengaku sangat berterima kasih, atas perhatian luar biasa dari Pemkab Lamsel.
Selain dari pulau Sebesi, sebanyak 44 pengungsi dari Pulau Sebuku yang diungsikan di SDN 1 Way Urang juga mulai dipulangkan melalui dermaga Canti.
Pemulangan pengungsi ke tempat asalnya, dilakukan karena sekolah sebagai lokasi pengungsian akan dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada Senin (7/1/2019).
Pemulangan para pengungsi tersebut, juga dilakukan setelah kondisi Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai menurun aktivitas vulkaniknya. Kondisi tersebut membuat sekitar wilayah terdampak tsunami di pulau dekat GAK, seperti Sebesi dan Sebuku mulai kondusif.
Pelaksa Tugas Bupati Lamsel, Nanang Ermanto, juga terlihat memantau langsung proses pemulangan para pengungsi. Menurutnya, proses pemulangan pengungsi berjalan dengan aman dan lancar.
Dukungan dari sejumlah pihak terkait pada proses evakuasi hingga pemulangan, sangat membantu Pemkab Lamsel. Sejumlah warga yang kembali, diharapkan bisa melakukan aktivitas seperti biasa dengan tetap waspada saat berada di pulau yang dekat dengan GAK tersebut.