Penambangan Liar di Sungai Serayu Didominasi di Luar Banyumas

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BANYUMAS — Penindakan tegas Polres Banyumas terhadap aktivitas penambangan liar di Sungai Serayu yang menggunakan mesin penyedot memberikan efek jera bagi masyarakat daerah setempat.

Sungai Serayu
Anggota Dewan Sumber Daya Air Propinsi Jawa Tengah, Edy Wahono. Foto: Hermiana E Effendi

ʺDi wilayah Banyumas penambangan pasir liar sudah terkendali, meskipun masih ada juga yang menambang dengan cara manual, itu juga sebenarnya ilegal,ʺ sebut Anggota Dewan Sumber Daya Air Propinsi Jawa Tengah, Edy Wahono, Kamis (17/1/2019).

Dikatakan, penambangan yang terjadi sekarang didominasi oleh para penambang di Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara.

“Penambangan liar di Sungai Serayu masih terjadi merata di luar Banyumas, mulai dari Wonosobo, Banjarnega, Purbalingga hingga Cilacap. Hampir semua menggunakan mesin sedot,” terangnya.

Lebih lanjut Edy Wahono menjelaskan, penambangan ilegal sudah pasti melalaikan kaidah-kaidah teknis maupun kaidah hukum. Sebagian besar wilayah Sungai Serayu sudah dinyatakan terlarang, sebab tidak mempunyai suplai sedimen dari gunung berapi. Sementara kondisi sungai sudah sangat dalam, sehingga jika dipaksa untuk ditambang, maka material yang diperoleh berasal dari guguran tebing-tebing.

ʺKondisi yang sudah sangat dalam ini, menyebabkan degradasi, tebing kanan-kiri berguguran. Jika ini dibiarkan terus-menerus, maka membahayakan. Karena itulah balai Besar Serayu Opak sudah tidak lagi mengeluarkan izin penambangan,ʺ terangnya.

Edy Wahono berharap, aparat penegak hukum di wilayah Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara bisa bertindak tegas terhadap para penambang pasir liar. Seperti di Banyumas, penertiban terhadap dua penambang liar di wilayah Desa Notog, Kecamatan Patikraja dan Desa Somakaton, Kecamatan Somagede yang berlanjut hingga ke jalur hukum, membuat penambangan pasir liar yang menggunakan mesin penyedot sontak terhenti.

Meskipun begitu, masih ada beberapa penambang liar yang beroperasi menggunakan cara manual. Mereka menggunakan galah panjang untuk mengukur kedalaman sungai, setelah itu baru turun untuk mengambil pasir.

Lihat juga...