Museum HM Soeharto, Mengangkat Perekonomian Masyarakat Sekitar
Jurnalis: ME. Bijo Dirajo
YOGYAKARTA – Museum HM Soeharto, yang berada di Dusun Kemusuk Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak hanya berperan sebagai tempat edukasi tentang sejarah bangsa, ruang penelitian, kajian hingga karya ilmiah.
Keberadaanya, juga ikut meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekitar terutama dalam bidang perekonomian. Kepala Museum HM Soeharto, H. Gatot Nugroho S.Pt menyebut, kehadiran Museum HM Soeharto turut mengembangkan usaha milik warga sekitar.
Beberapa yang terlihat dikembangkan adala, kuliner, suvenir dan oleh-oleh, termasuk transportasi wisata seperti mobil kereta kelinci.
“Masyarakat memanfaatkan ratusan pengunjung yang datang setiap hari, dengan berdagang makanan, minuman, suvenir dan oleh-oleh,” terang Gatot Nugroho saat menerima tujuh siswa kelas 9 A SMP Negeri 3 Godean, Sleman, Jumat (18/1/2019).
Ketujuh siswa yang terdiri dari Ghari, Muthia , Rahma, Salsa, Risang, Zaitun dan Dito, mengerjakan tugas ilmiah bidang ilmu ekonomi. Kegiatan dilakukan di bawah bimbingan Ibu Christina M.Pd, guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Mereka mendapat tugas tentang Peranan Museum HM Soeharto, dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Dalam perkembangannya di bawah binaan pimpinan museum dan Lurah Desa Argomulyo, muncullah beberapa tempat destinasi baik alam dan budaya di daerah tersebut. Keberadaanya dikelola oleh karang taruna desa.
“Dengan adanya museum HM Soeharto maka perkembangan perekonomian masyarakat sekitar maju dan membuat kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” pungkas Gatot Nugroho.