Jembatan Dagemage Sikka Putus Dihantam Banjir
Editor: Koko Triarko
MAUMERE – Banjir besar yang menerjang Kali Dagemage di Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, di jalur jalan strategis nasional di pantai utara Flores, menyebabkan jembatan darurat ambruk dan putus total, sehingga transportasi sempat lumpuh.
“Kemarin putus total dan banjir besar, sehingga warga tidak bisa melintas. Tapi hari ini sudah kami pasang gelagar untuk jembatan darurat, meski belum bisa dilewati kendaraan,” kata Tommy Lameng, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka, Jumat (18/1/2019) sore.
Menurut Tommy, pekerjaan pemasangan gelagar sudah selesai. Namun, proses pengelasan dan penumpukan material di atas gelagar jembatan belum bisa terlaksana, karena sudah malam dan akan dilanjutkan besok, Sabtu (19/1).
“Besok baru kami lakukan pengelasan dan penumpukan material, sehingga kendaraan bermotor bisa lewat.Tapi, kendaraan dan orang yang menyeberang sementara bisa melewati jalur kali di sisi utara, karena air kali sudah menurun debitnya,” ungkapnya.
Dinas PUPR Sikka, jelas Tommy, bekerja sama dengan pihak kepolisian menerjunkan personel untuk berjaga di lokasi jembatan. Ini dilakukan, agar masyarakat tidak melakukan pungutan liar kepada pengendara dan orang yang akan melintas.
“Kemarin sempat masyarakat dan kendaraan yang melintas katanya dimintai sejumlah uang.Tapi, tadi sudah ada petugas polisi di lokasi, sehingga tidak ada lagi pungutan dari masyarakat,” tuturnya.
Tommy berharap, agar tidak terjadi banjir besar kembali, sehingga jembatan bisa aman dipergunakan. Namun, dirinya juga meminta agar masyarakat berhati-hati saat melintas dan jangan melintasi jembatan saat hujan lebat, dan terjadi banjir sehingga bisa lebih aman.
“Memang jembatannya hanya bisa dibangun darurat untuk sementara waktu, sambil menunggu musim hujan selesai. Anggaran sudah tersedia, sehingga usai musim hujan akan dibangun jembatan permanen,” paparnya.
Sementara itu, Silvester Rasi warga Magepanda, menyebutkan, sejak jembatan terputus kemarin Kamis (17/1), warga yang melintas dikenai biaya oleh masyarakat sekitar lokasi jembatan Dagemage.
“Kami tidak punya pilihan, sebab harus melintas sehingga terpaksa saya harus bayar Rp10 ribu, dan kami dipanggul untuk menyeberang kali. Kalau sepeda motor dikutip biaya Rp50 ribu, sama dengan mobil,” jelasnya.
Silvester menyayangkan terlambatnya pemerintah kabupaten Sikka dan aparat keamanan berada di lokasi, sehingga masyarakat besa melakukan pungli.
Padahal, katanya, airnya bisa dilintasi kendaraan. Orang pun bisa melintas, karena airnya tidak terlalu deras ketika hujan mulai reda sore harinya.
“Mudah-mudahan tahun ini janji pemerintah soal jembatannya dibangun permanen bisa dilaksanakan. Jembatan ini penting, sebab merupakan satu-satunya jalan mengubungkan kabupaten Sikka, Ende dan Nagekeo di pantai utara Flores,” pungkasnya.