Investor Singapura Bangun Infrastruktur Pariwisata di Halmahera Utara

Ilustrasi investasi - Foto: Dokumentasi CDN

MALUKU – Investor asal Singapura, Globalports PTE LTD, menanamkan modalnya di Halmahera Utara. Perusahaan tersebut, membangun dan mengembangkan infrastruktur pariwisata.

“Tentu saja investasi ini banyak manfaatnya secara ekonomi. Saya juga ingin agar Kabupaten Halmahera Utara segera bangun, sehingga bisa sejajar dengan kabupaten-kabupaten lain yang sudah maju,” kata Bupati Halmahera Utara, Frans Manery, Jumat (18/1/2019).

Pemerintah daerah, bersama beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), telah menyaksikan penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara PT. Hibualamo Jaya (BUMD) yang diwakili oleh Direkturnya, Deky Iwisara, dengan Globalports PTE LTD yang diwakili oleh salah satu anggotany, Henry Teh Kok Kheng, CEO & President Digiland di Centennial Tower Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Perjanjian antara BUMD Kabupaten Halmahera Utara dengan investor asal Singapura tersebut, berisi kerja sama investasi untuk membangun infrastruktur di Halmahera Utara. Kerja sama investasi meliputi, pembangunan pelabuhan, infrastruktur perikanan, dan infrastruktur di sektor pariwisata. “Pembangunan infrastruktur pariwisata diharapkan mampu mendatangkan 500.000 wisatawan ke Halmahera Utara,” katanya.

Penandatanganan HoA tesebut, sebagai kelanjutan dari MoU yang telah disepakati sebelumya di Juli 2018 silam. Frans menyambut baik kerja sama yang tahap demi tahap proses investasinya telah dilalui tersebut.

Dengan adanya investasi yang cukup besar, Frans berharap, Kabupaten Halmahera Utara akan setara dengan kabupaten-kabupaten lain yang telah maju. “Investasi juga akan mendorong manfaat di sektor ekonomi yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

PT Hibualamo Jaya adalah BUMD yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan dan kehutanan, perikanan, dan perdagangan umum. Sedangkan Global Ports PTE LTD adalah perusahaan yang berpengalaman mengelola pelabuhan.

Investasinya dikembangkan dari Eropa hingga ke Asia, dan belum lama ini juga menanamkan modalnya di Aceh dengan membangun pelabuhan di Sabang. Perusahaan itu mengurusi kargo, melayani kapal-kapal penumpang, bahkan dalam sea-planes yang ditawarkan, nantinya pelabuhan Sabang bisa menjadi pintu masuk bagi wisatawan dari dan menuju destinasi lain di Asia Tenggara seperti Phuket atau Langkawi dengan kapal amphibi.

Frans berharap investor-investor dapat mengelola investasinya secara baik, sehingga membawa banyak manfaat bagi masyarakat Halmahera Utara. Berkembangnya infrastruktur akan memunculkan lapangan-lapangan pekerjaan baru. Untuk para pemuda di Halmahera Utara diharapkan dapat lebih kreatif untuk mengembangkan diri dan memiliki daya saing yang tinggi. Halmahera Utara memiliki destinasi-destinasi wisata yang menarik dengan laut bersih, pantai berbiota laut yang tersebar di Tobelo, Kao, Galela, maupun Lolada Utara. (Ant)

Lihat juga...