Harga Beras di Banyumas Diprediksi Bertahan Tinggi
Editor: Koko Triarko
PURWOKERTO – Harga beras di Kabupaten Banyumas, saat ini terbilang tinggi, yaitu Rp10.000 hingga Rp10.500 per kilogram untuk beras jenis medium. Ada pun harga normal Rp8.000 per kilogram. Diperkirakan, harga akan bertahan tinggi, meskipun sudah memasuki masa panen.
Kepala Bulog Sub Divre IV Banyumas, Sony Supriyadi, mengatakan, harga beras akan tetap bertahan tinggi, karena ketersediaan beras pemerintah masih banyak. Bulog Banyumas sendiri juga mempunyai stok melimpah yang siap digelontorkan jika harga beras kembali naik.
ʺKita prediksi harga beras akan stabil pada harga sekarang, bertahan tinggi, tetapi tidak akan melonjak lagi. Mengingat pasokan beras di pasaran masih stabil,ʺ jelasnya, Jumat (25/1/2019).
Lebih lanjut, Sony mengatakan, harga beras tidak mungkin turun untuk saat ini, karena hasil panen petani tidak maksimal. Banyak sawah yang terendam banjir dan gagal panen. Sebaliknya, untuk melonjak naik lagi, kemungkinannya juga sangat kecil, karena stok beras pemerintah yang masih cukup banyak. Sehingga harga akan stagnan tinggi seperti sekarang.
Untuk menjaga agar harga tidak melonjak lagi, Bulog Banyumas secara rutin juga mendroping beras ke Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjadi mitra Bulog, serta ke pasar-pasar tradisional. Untuk bulan Januari ini, Bulog Banyumas menyiapkan beras 2 ribu ton, untuk pengendalian harga melalui pasar-pasar tradisional.
ʺRPK jumlahnya ada ribuan di wilayah kita, sehingga suplai berasnya juga cukup banyak. Dan, khusus untuk droping ke pasar-pasar tradisional, kita siapkan sampai 2.000 ton untuk bulan ini. Banyaknya beras Bulog yang masuk ke masyarakat akan menjaga kestabilan harga,ʺ terangnya.
Dalam program tersebut, kara Sony, Bulog menjual berasnya pada para pedagang sembako di pasar-pasar dengan harga di bawah harga pasar, yaitu antara Rp8.500 hingga Rp9.000 per kilogram. Kemudian pedagang menjual lagi beras tersebut, dengan batas harga yang ditentukan Bulog, yaitu maksimal Rp9.800 per kilogram.
Terkait penyerapan, Sony mengaku, untuk sementara terhenti dan tidak ada lagi beras dari petani yang masuk ke gudang Bulog. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung sampai musim panen mendatang, karena stok beras di tingkat petani memang sudah sangat minim.