Curah Hujan Rendah, Distan NTB Tetap Optimis
Editor: Mahadeva
MATARAM – Meski curah hujan di sebagian wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) rendah, dan memunculkan kekhawatirkan berdampak terhadap hasil panen padi. Pemprov NTB, mengaku, tetap optimis produksi padi di 2019 akan mencapai target.
“Hujan sudah turun, tapi belum merata, meski demikian tahun ini merupakan tahun normal, tidak kepada banjir, tidak kepada kemarau, sehingga kita optimis target 2,6 juta ton padi terhitung akhir 2018 sampai 2019 bisa tercapai,” kata Kepala Dinas Pertanian NTB, Husnul Fauzi, Senin (7/1/2019).
Target tersebut bukan tanpa alasan. Sebagian petani di NTB, terutama di wilayah Utara, dengan lahan sawah basah, sejak dua bulan terakhir sudah ada yang mulai panen. Hasil panennya, padi dengan kualitas cukup bagus. Hasil panen padi tersebut, diharap, bisa dibeli dan diserap semua oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) dengan Harga Pokok Pembelian (HPP), sesuai ketetapan pemerintah pusat, tanpa ada permainan dari pengepul atau rente.
“Selain padi, Pemprov NTB pada musim tanam 2019 menargetkan hasil panen jagung sebesar 2,5 juta ton, khususnya di Pulau Sumbawa, sebagai wilayah penghasil terbesar jagung,” tandasnya.
Fauzi menyebut, terkait pengurangan lahan baku sawah oleh Badan Pusat Statiatik (BPS), melalui metode Kerangka Sampel Area (KSA) sebesar 17,5 persen dari total lahan seluas 286 hektare sawah, dinilai tidak akan berpengaruh signifikan.
Sebelumnya, sejumlah petani lahan tadah hujan di Pulau Lombok mengaku mengkhawatirkan curah hujan yang rendah. Kondisi tersebut, akan berakibat gagal tanam, maupun gagal panen. Meski sudah memasuki Januari, hanya sebagian petani yang telah menanam padi. Yang telah menanam, melakukannya dengan pola tanam gogorancah. Sementara yang hendak menanam dengan pola tanam jajar legowo, lahan sawah masih menganggur dan kering, karena jarang turun hujan.