Bupati: Kesadaran Masyarakat Pessel Jaga Lingkungan Masih Rendah

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PESISIR SELATAN — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mengakui kesadaran masyarakat di daerah setempat, masih rendah dalam hal memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan. Terutama yang hidup di kawasan perumahan atau pemukiman di pedesaan.

Pesisir Selatan
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni/Foto: M. Noli Hendra

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni mengatakan, untuk menyelamatkan lingkungan dari dampak buruk yang ditimbulkan oleh ulah dan perilaku oknum yang tidak bertanggung jawab, maka kesadaran dan kepedulian masyarakat haruslah ditumbuhkan dari sejak dini.

Ia menyebutkan, dengan adanya kesadaran masyarakat akan dapat menyelamatkan lingkungan itu dari dampak buruk. Seperti polusi udara, air, bahkan bisa sampai dengan menurunnya fungsi sumberdaya alam itu sendiri

“Kalau dari pemerintah sendiri, kita terus mengupayakan sosialisasi dalam menjaga lingkungan. Apalagi daerah Pesisir Selatan telah meriah penghargaan di bidang lingkungan yakni Adipura tahun 2018 lalu. Jadi persoalan fasilitas terus kita kembangkan, sebagai penunjang menampung sampah yang telah ada,” katanya, Rabu (9/1/2019).

Diakuinya untuk penumbuhan kesadaran masyarakat membutuhkan waktu dan energi. Sebab kesadaran itu tidak akan tumbuh dengan sendirinya, tapi perlu upaya advokasi dan inisiasi dari berbagai pihak.

“Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap perubahan iklim, maka semua pihak akan terdorong untuk melaksanakan aksi yang dapat memperkuat ketahanan masyarakat. Bahkan juga bisa berkonstribusi terhadap upaya pengurangan emisi gas rumah kaca,” ucapnya.

Salah satu contoh masih minimnya kesadaran masyarakat itu, Hendrajoni melihat kepada kondisi yang ada di Pulau Taraju yang terletak di Sungai Nyalo Mudiak Aia Kecamatan Koto XI Tarusan yang masuk dalam Kawasan Mandeh, dibakar oleh pengelola pulau tersebut

Terkait kondisi yang demikian, Wali Nagari Sungai Nyalo Mudiak Aia Marjam mengungkapkan pembakaran itu telah terjadi seminggu yang lalu. Kejadian itu tidak diketahui oleh pihaknya, entah apa tujuan dari pembakaran pulau itu. Sebab hingga sekarang pengelolaan pulau itu belum melaporkan ke pihak kenagarian.

Di jelaskannya pihaknya akan melaporkan pembakaran pulau tersebut kepada Camat Koto XI Tarusan, dan laporan tersebut akan ditembuskan kepada Bupati, Kapolres dan DPRD Kabupaten Pesisir Selatan. Sebab pembakaran itu telah merusak lingkungan.

Lihat juga...