Bantuan Bagi Korban Tsunami di Lamsel Masih Mengalir
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Kepedulian para donatur terhadap para korban tsunami di wilayah Lampung Selatan, terutama siswa sekolah, masih terus mengalir. Seperti dari Biara Foo Hai Cha’an Singapura dan Vihara Lalitavistara Jakarta.
Hadori, Koordinator pemberi bantuan, menyebut bantuan peralatan sekolah diberikan bagi siswa di SDN 1 Kunjir, SDN 2 Kunjir,SMAN 1 Rajabasa, terutama bagi siswa sekolah yang terkena dampak langsung tsunami.
Menurut Hadori, bantuan kemanusiaan tersebut terwujud berkat peran serta para donatur, yang melibatkan pula Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI).
“Bantuan yang kami salurkan merupakan bantuan kemanusiaan, khususnya bagi siswa sekolah, dengan harapan siswa bisa kembali bersemangat menuntut ilmu,semoga bantuan ini bisa membantu anak-anak sekolah di wilayah pesisir terdampak tsunami,” terang Hadori, saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (17/1/2019).
Bantuan peralatan untuk siswa sekolah, kata Hadori, juga disponsori oleh salah satu produsen sepatu. Sejumlah barang yang disumbangkan meliputi sepatu sekolah, sebanyak 30 lusin, baju seragam sekolah 30 lusin.
Tas sekolah sebanyak 30 lusin, kaos kaki sekolah sebanyak 30 lusin, buku tulis sekolah 30 lusin, buku tulis sekolah 60 lusin, pena sekolah 30 lusin, pensil sekolah 30 lusin, kotak pensil sekolah 30 lusin.
“Semua keperluan sekolah tersebut sesuai dengan kebutuhan siswa sekolah terdampak tsunami, mulai SD,SMP hingga SMA dengan total sekitar 360 siswa,” katanya.
Hadori juga menyebut, bantuan diberikan untuk anak-anak sekolah posko peduli PWRI Lamsel yang diberi kepercayaan untuk mendistribusikan bantuan tersebut.
Sior Aka Prayudi, pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Lampung Selatan, menyatakan terima kasih kepada berbagai pihak atas kepedulian pada pelajar terdampak tsunami.
Menurutnya, kepedulian biara Budha di Singapura dan Jakarta melalui DPC PWRI, menjadi salah satu penyemangat siswa untuk kembali belajar.
Meski sebagian siswa belum bisa kembali bersekolah, karena rusak diterjang tsunami, ia berharap siswa memiliki semangat belajar kembali.
Sebagian siswa sekolah yang bersekolah di sejumlah sekolah tepi pantai pesisir Rajabasa, selain kehilangan peralatan sekolah juga harus kehilangan tempat tinggal.
“Kami akan segera menyalurkan bantuan yang diberikan oleh Foo Hai Cha’an Monastery Singapore,Vihara Lalitavistara Jakarta, untuk anak-anak korban tsunami,” beber Sior Aka Prayudi.
Biku Chuan Ren, dari Vihara Lalitavistara, menyebut kepedulian umat Budha pada korban bencana tsunami diberikan dalam bentuk peralatan sekolah.
Ia berharap, siswa bisa kembali belajar seperti sedia kala, meski sebagian siswa belum kembali belajar di sekolah, karena dalam kondisi rusak.
Heriyanto, salah satu siswa kelas X.1, siswa SMAN 1 Rajabasa, menyebut akibat tsunami, seragam serta peralatan sekolah miliknya rusak. Kerusakan seragam serta peralatan sekolah terjadi akibat terjangan tsunami melanda tempat tinggal bersama keluarganya.
Ia menyebut, bantuan dari berbagai pihak, terutama untuk keperluan sekolah, sudah diperolehnya. Selain berasal dari Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan, bantuan juga diperoleh dari posko bantuan PWRI Lampung.
Heriyanto juga menyebut, sudah mulai kembali melakukan aktivitas belajar seperti kondisi normal. Meski demikian, ia masih tinggal mengungsi bersama keluarga di rumah kerabat terdekat.
Sebagian keluarga yang kehilangan tempat tinggal bahkan masih mengungsi di posko pengungsian, memakai tenda darurat di sekitar SMAN 1 Rajabasa.
Sebagian pengungsi tersebut masih menunggu proses pembangunan hunian sementara (Huntara) sebanyak 80 unit di area SMAN 1 Rajabasa.