Banjir di Pandeglang Mulai Surut
PANDEGLANG – Banjir yang melanda pemukiman warga Desa Teluk, Labuan, Kabupaten Pandeglang, lima hari lalu, kini mulai surut sehingga warga kembali menempati rumah mereka.
“Kita merasa senang, banjir surut dan tinggal membersihkan sampah-sampah dan lumpur,” kata Heni (55), warga Perumahan Cipunten Agung, Kecamatan Labuan, di Pandeglang, Sabtu (5/1/2019).
Masyarakat yang tinggal di perumahan itu sekitar 300 kepala keluarga. Mereka mulai kembali menempati rumah yang sebelumnya dilanda banjir.
Saat ini, cuaca di daerah itu cerah, sedangkan warga membersihkan rumah-rumah dan pekarangan mereka dari lumpur serta sampah yang berserakan.
“Kami berharap, tidak kembali dilanda bencana, karena cukup melelahkan tinggal di pengungsian, terutama anak-anak kecil,” katanya.
Menurut dia, bencana banjir dan tsunami yang menerjang Desa Teluk Labuan sebagai kali pertama. Bahkan, dirinya saat tsunami hampir terseret gelombang ke tengah laut.
Saat itu, dirinya tengah mengisi acara di Pantai Carita, namun beruntung selamat setelah tertimpa kayu hingga terseret ke pantai. Meski demikian, bagian kaki dan tangannya luka akibat tsunami itu.
Arman (40), warga Desa Teluk, mengaku bersama keluarga merasa bahagia setelah banjir surut. Hampir dua pekan terakhir, mereka tinggal di pengungsian.
Selama tinggal di pengungsian, kata dia, tentu keluarga tidak merasa nyaman. Selain tidur kedinginan, juga tidur berbarengan bersama warga lainnya.
Dirinya dan keluarga, pascatsunami tinggal di pengungsian, namun setelah BMKG menurunkan status waspada hingga 500 meter dari pantai, warga diperbolehkan kembali ke rumah.
Namun, baru saja kembali ke rumah dan masih menyingkirkan lumpur dan sampah bekas tsunami di tempat tinggalnya, tiba-tiba daerah itu kembali dilanda banjir luapan Sungai Cipunten hingga ketinggian air sekitar tiga meter.
“Kami yakin, bencana itu menjadikan ujian dari Allah SWT dan kita harus bangkit kembali membangun kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Bupati Pandeglang, Irna Narulita, mengatakan, saat ini jumlah warga yang tinggal di pengungsian menurun drastis, sehubungan dengan diturunkan waspada 300 meter dari pantai. Selain itu banjir juga sudah surut, karena dua hari terakhir ini cuaca cukup cerah dan tidak diguyur hujan.
“Kami menerima laporan, jumlah pengungsi sekitar 8.000, dari sebelumnya 33.316 orang tersebar di 25 kecamatan,” katanya. (Ant)