Pengawasan Pasokan Daging dari Luar Minahasa Tenggara, Diperketat

Ilustrasi - Daging - Dok CDN

MINAHASA TENGGARA — Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut) memperketat pengawasan pasokan daging yang berasal dari luar daerah menjelang Hari Raya Natal dan tahun baru.

“Untuk daging yang masuk dan dijual di daerah ini diawasi ketat oleh instansi terkait, kita ingin pastikan bahwa daging-daging yang dijual layak dikonsumsi,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teddy Langoy di Ratahan, Jumat (30/11/2018).

Pengetatan pasokan daging dari luar daerah ini, kata dia, untuk memastikan aman ketika dikonsumsi masyarakat dan tidak mengandung penyakit. Pengawasan tersebut dilakukan untuk beberapa jenis daging yang mengalami peningkatan penjualan menjelang Natal dan tahun baru.

“Pastinya untuk daging yang kami awasi seperti ayam, sapi, dan kambing. Khusus untuk ayam memang kami lakukan pemeriksaan mencegah ada daging yang terpapar virus flu burung,” katanya.

Dia menambahkan untuk pengawasan kualitas daging dilakukan pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pertanian.

“Untuk melakukan pemeriksaan daging ini memang kami melibatkan dinas pertanian, sehingga dijamin kualitas daging yang layak dikonsumsi,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Tenggara, Donald Lumingas, mengungkapkan saat ini pihaknya belum menemukan hewan ternak yang terpapar virus tertentu dan dijual di pasaran.

“Memang saat ini belum ada temuan, tapi tetap kami akan melakukan pemeriksaan dan pengawasan secara bersama dengan instansi terkait lainnya,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...