Waspadai Pohon Rawan Tumbang

Ilustrasi -Dok: CDN
YOGYAKARTA – Memasuki musim hujan saat ini, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, melakukan identifikasi dan antisipasi terhadap pohon-pohon perindang jalan yang rawan tumbang.
“Kami lakukan identifikasi dan antisipasi terhadap pohon-pohon yang rawan tumbang, baik itu karena lapuk maupun karena mahkota daun yang terlalu lebat,” kata Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Junaidi, di Sleman, Selasa (13/11/2018).
Menurut dia, identifikasi pohon-pohon rawan diutamakan di kawasan-kawasan yang selama ini sering diterjang angin kencang atau puting beliung saat musim hujan.
“Selama ini, kawasan yang sering terjadi angin kencang, di antaranya di Kecamatan Moyudan, Tempel, Kalasan, Sleman dan Pakem,” jelasnya.
Menurutnya, upaya antisipasi tersebut, di antaranya dilakukan dengan pemangkasan dahan-dahan yang berat dan lapuk, agar beban pohon tidak terlalu berat.
“Sedangkan pohon yang terjadi pelapukan dan kondisinya membahayakan, kami tebang dan mengganti dengan pohon perindang yang baru,” katanya.
Junaidi mengatakan, upaya untuk pemangkasan diakui memang mengalami berbagai kendala, seperti jumlah alat dan personel.
“Kami hanya memiliki satu truk yang ada lifternya, padahal Sleman kawasannya luas,” katanya.
Ia mengatakan, dalam kurun sepekan ini, pihaknya juga telah beberapa kali menerima laporan dari masyarakat, agar dinas membantu memangkas pohon yang berpotensi membahayakan pengendara.
“Ada sejumlah laporan masyarakat terkait pohon yang rawan tumbang dan minta dibantu untuk pemangkasan, namun karena keterbatasan alat dan personel, belum semua dapat terlayani,” katanya.
Ia mengatakan, pada prinsipnya, DLH Kabupaten Sleman telah mengawasi beberapa titik yang sering terjadi pohon tumbang.
“Namun, semua tetap menjadi prioritas. Jumlah pohon yang sudah lapuk, kami belum bisa merinci secara pasti. Yang bisa kami lakukan adalah langkah pencegahan, dan kami juga mengimbau agar masyarakat melapor, jika ada pohon yang rawan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Makwan, meminta agar masyarakat tidak membakar sampah di dekat pohon, karena akan berpengaruh pada ketahanan pohon.
“Pohon yang terkena api dari pembakaran sampah, perlahan akan lapuk, dan rawan tumbang,” katanya.
Ia mengatakan, selain itu, pengurangan daun dan ranting juga disarankan.
“Dengan curah hujan yang tinggi, jika volume daun sangat lebat bisa berpotensi patahnya ranting dan bisa jadi memakan korban,” katanya. (Ant)
Lihat juga...