Unej Rampungkan Usulan KH. Achmad Shiddiq sebagai Pahlawan Nasional
Editor: Satmoko Budi Santoso
JEMBER – Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember (Unej), telah merampungkan naskah akademik pengusulan KH. Achmad Shiddiq sebagai pahlawan nasional.
KH. Achmad Shiddiq dinilai sebagai tokoh kharismatik Jember yang berhasil menerjemahkan asas tunggal Pancasila sebagai ideologi bangsa.
“Kami ingin menunaikan tanggung jawab kelembagaan LP3M yang sempat tertunda. Tahun 2015 sebenarnya sudah dibentuk tim untuk mengusulkan KH. Achmad Shiddiq sebagai pahlawan nasional. Kita sudah sampaikan kepada Pak Rektor untuk menindaklanjuti hutang kepada masyarakat tersebut,” terang Ketua LP3M Universitas Jember, Akhmad Taufiq, kepada Cendana News, usai Focus Group Discussion (FGD) di Aula LP3M, Rabu (28/11/2018).
Saat ini, kata Taufiq, pihaknya sudah merampungkan naskah akademik pengusulan KH. Achmad Shiddiq sebagai Pahlawan Nasional. Oleh sebab itulah, pada hari ini, pihaknya menggelar FGD dengan tujuan untuk menyempurnakan konten naskah akademik yang sudah disusun tim.
“Nantinya akan dilengkapi dokumen-dokumen dan juga surat dukungan dari pihak-pihak, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik bahwa KH. Achmad Nasional ini merupakan tokoh nasional dan layak diusulkan sebagai Pahlawan Nasional. Kita juga undang dalam FGD ini, tim dari Situbondo yang mengusulkan KH. As’ad sebagai pahlawan pembanding, bagaimana proses ini dikawal, dan seterusnya,” ujarnya.
Menurut Taufiq, pengusulan KH. Achmad Shiddiq sebagai Pahlawan Nasional bukan tanpa alasan. Rois ‘Am PBNU periode 1984-1991 ini dinilai sangat berjasa terhadap bangsa dan negara. Khususnya dari sisi ideologis.
“Kontribusi besar beliau ketika Munas 1983 dan Muktamar 1984, beliau mampu menerjemahkan, menafsirkan dan merenggangkan konflik yang tegang pada tahun 1980-an. Terkait relasi agama dan negara,” jelasnya.
Saat itu, Nahdlatul Ulama melalui KH. Achmad Shiddiq bersama kiai lainnya mampu merumuskan dan menerjemahkan Pancasila yang tidak bertentangan dengan agama. Sebaliknya, nilai-nilai keagamaan tidak bertentangan dengan ideologi Pancasila.
“Tentu, keberhasilan KH. Achmad Shiddiq dalam menerjemahkan ideologi Pancasila penting untuk diakui secara bersama. Baik lintas agama, lintas kelompok, lintas politik, dalam posisi ideologis yang sudah dikembangkan Kiai Shiddiq,” imbuhnya.
Lebih jauh, Taufiq mengatakan, setelah naskah akademik ini sudah disempurnakan, pihaknya akan segera mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui Bupati Jember agar KH. Achmad Shiddiq ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
“Prosedurnya, setelah naskah akademik selesai akan diajukan kepada Pemkab. Selanjutnya diusulkan kepada pemerintah pusat. Untuk itu, setelah ini kita akan berkomunikasi dengan Pemkab sehingga penetapan KH. Achmad Shiddiq sebagai pahlawan nasional bisa cepat terealisasi,” pungkasnya.