Terkendala Cuaca, Petani Jagung Lamsel Tunda Pemupukan Pertama
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Petani jagung di wilayah Lampung Selatan (Lamsel) mulai memasuki masa tanam pertama (MT1) atau musim tanam rendengan. Namun karena terkendala hujan tak kunjung turun menyebabkan pemupukan pertama terpaksa ditunda.
“Saya mengantisipasi tanaman layu dan mati jika diberi pupuk saat kondisi cuaca panas, hampir semua petani menunda dan menunggu hujan turun agar tanah lebih basah dan pupuk yang ditaburkan mudah terserap,” terang Ngadino, salah satu petani jagung di Lamsel saat ditemui Cendana News, Senin (19/11/2018)
Diterangkan, penundaan selain pertimbangan cuaca juga ketahanan tunas muda. Kondisi cuaca panas, pupuk jenis Urea, Phonska dan SP36 berpotensi melayukan tanaman.
“Daya tahan benih akan didukung oleh hujan yang turun karena pupuk mudah terserap oleh air. Pada pengalaman sebelumnya pemupukan saat panas membuat benih jagung usia muda layu pada bagian batang dan menghambat pertumbuhan,” tambahnya.
Mengantisipasi kekurangan pupuk, ia mensiasati dengan pupuk kandang dan dolomit. Tertundanya pemupukan hingga satu pekan tidak akan menghambat pertumbuhan meski kondisi cuaca dominan panas.
Penundaan juga dilakukan Sarijan. Meski sudah memiliki pupuk, namun ia memilih memundurkan jadwal menghindari kerugian.
Hal senada juga disampaikan Dedi Triono, ketua kelompok tani (Poktan) Bina Karya 2 yang beranggotakan 23 orang tersebut menerangkan, saat ini alokasi pupuk bersubdisi sudah tersedia untuk kebutuhan seluruh anggota.
“Petani jagung umumnya sudah memasuki proses pemupukan tahap pertama, tetapi masih banyak yang menunda sehingga belum menebus atau mengambil pupuk,” beber Dedi Triono.
Penundaan tersebut diakuinya wajar mengikuti kondisi cuaca yang terjadi saat proses penanaman. Pada proses penanaman tahun sebelumnya, sejak awal tanam hingga pemupukan tahap pertama, kedua, ketiga didukung oleh curah hujan yang cukup.
Sesuai jadwal, pemupukan tahap pertama dilakukan tujuh hari setelah tanam. Pemupukan pertama mempergunakan pupuk urea, SP36 dan Phonska. Pemupukan kedua dilakukan tiga pekan setelah tanam dengan asupan pupuk Urea, NPK, Phonska dan SP36 serta pemupukan ketiga dilakukan saat usia 30-40 hari setelah tanam.