Kota Bekasi Masih Minim Tenaga Penyuluh Pertanian
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
BEKASI — Minimnya tenaga penyuluh pertanian (TPP) di Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar) membuat Dinas Pertanian setempat mengoptimalkan tenaga yang ada. Satu TPP harus bekerja ekstra, bertugas di dua kecamatan.

Total tenaga penyuluh pertanian di Kota Bekasi saat ini hanya ada enam orang, sementara diketahui Kota Bekasi memiliki 12 Kecamatan dan 56 Kelurahan.
“Melihat geografis yang ada, idealnya 24. Jumlah itu sudah diajukan ke bidang kepagawaian, agar satu kecamatan memiliki dua orang TPP,” ujar Resmi Widjawati, Kasi Hartikultura Dinas Pertanian Kota Bekasi, Senin (19/11/2018).
Dikatakan, dua orang TPP di setiap kecamatan itu untuk wilayah perkotaan dan jika mengacu pada UU No.16 tahun 2006, maka setiap kelurahan atau desa memiliki satu TPP.
Saat ini Kota Bekasi imbuhnya memiliki enam TPP, dengan rincian dua orang tenaga kontrak dari Kementerian Pertanian (Kementan), dua orang penyuluh PNS dan dua pelaksana yang diperbantukan dari PNS sebagai penyuluh.
Menurutnya, meski sebagai Kota Megapolitan, tetapi masih banyak masyarakatnya yang bertani di lahan milik perusahaan ataupun mengembangkan sistem bercocok tanam melalui teknik hidroponik dengan memanfaatkan lahan kosong ataupun pekarangan rumahnya.
“Tugas TPP ini, sebenarnya dari hulu sampai hilir. Tidak hanya mengajarkan bagaimana cara bercocok tanam, tetapi langsung pada pengolahan pangan, dan penjualan. Semua dilakukan untuk menjaga kemandirian dan kedaulatan,” tandas Resmi.
Sementara TPP di Kecamatan Bekasi Timur dan Mustika Jaya, Ika Septirina mengaku kewalahan dalam menjalankan tugas. Ketika ada kegiatan bersamaan maka dia akan kerepotan dalam membagi waktu.
Ika mencontohkan, seperti saat ada panen padi yang oleh Kodim di Mustikajaya, satu sisi harus ke Bandung untuk mengikuti rapat dan juga harus mendampingi kegiatan panen raya.
Lebih lanjut Ika, mengakui saat ini tengah melakukan pendampingan penyuluhan Kelompok Wanita Tani di Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur. Memanfaatkan lahan kosong di Kelurahan setempat, KWT Arenjaya dibimbing untuk pengembang biakan tanaman obat dan tanaman olahan makanan non beras.