Sumsel Masuki Musim Hujan, Tagana Siaga Bencana

Ilustrasi anggota Tagana - Dok CDN

PALEMBANG – Sekira 1.000 orang anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sumatera Selatan (Sumsel), disiagakan membantu masyarakat, untuk menanggulangi bencana. Memasuki musim hujan, potensi bencana sewaktu-waktu bisa melanda kawasan permukiman penduduk.

“Tagana yang tersebar di sejumlah daerah di provinsi ini, sekarang meningkatkan kesiapsiagaan, dan melakukan persiapan peralatan, untuk membantu masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi bencana seperti banjir dan tanah longsor. Potensi hujan terjadi antara November 2018 hingga April 2019,” kata Kepala Dinas Sosial Sumsel, Rasyidin Hasan, Jumat (30/11/2018).

Menurutnya, setiap musim penghujan, Sumsel yang memiliki 17 kabupaten dan kota, cukup rawan bencana, seperti banjir dan tanah longsor. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumsel, di November 2018,  Sumsel sudah memasuki musim penghujan.

Tagana disiagakan untuk memperhatikan sejumlah daerah, yang cukup rawan diterpa banjir dan tanah longsor. Diantaranya, Kota Palembang, Pagaralam, Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, OKU Timur, Ogan Ilir, dan Empat Lawang. Dengan kesiapsiagaan yang dilakukan, diharapkan Tagana dapat membantuan secara cepat dan tepat, saat terjadi  bencana.

Selain personil relawan, Dinsos Sumsel juga menyiapkan stok bantuan tanggap darurat, berupa bahan makanan dan peralatan yang biasa dibutuhkan di lokasi bencana. “Melalui persiapan tersebut, diharapkan jika terjadi bencana selama musim hujan dapat ditanggulangi dengan cepat dan tidak sampai menimbulkan berbagai permasalahan sosial,” pungkas Rasyidin. (Ant)

Lihat juga...