Warung Damandiri Kemusuk Ubah Konsep Usaha

Editor: Mahadeva WS

YOGYAKARTA – Warung Damandiri, yang dikelola KUD Sahabat Mandiri Sejahtera Argomulyo ingin mengubah usaha yang dijalankan. Hal tersebut mengikuti hasil evaluasi usaha yang telah dilakukan satu tahun terakhir.

Warung yang berada di depan kompleks Museum Memorial HM Soeharto, Kemusuk, Argomulyo, Bantul tersebut, selama ini bergerak menjual barang kebutuhan pokok. Namun, usaha yang berlangsung sejak 2017 tersebut, belum menunjukkan perkembangan menggembirakan.

Ketua KUD Sahabat Damandiri Sejahtera, Argomulyo, Gatot Nugroho – Foto Jatmika H Kusmargana

Warung yang merupakan bagian dari program Desa Mandiri Lestari Argomulyo tersebut, bermaksud menjadi grosir, atau penyuplai warung kelontong milik warga sekitar. Namun keterbatasan lahan yang dimiliki, tidak adanya gudang penyimpanan, membuat warung tersebut kurang berkembang. “Untuk omset, warung ini sebenarnya sudah mencapai Rp10juta. Namun jika dilihat dari sisi pemasukan, per hari hanya Rp100 ribu hingga Rp200ribu saja. Jadi, memang belum maksimal,” ujar Ketua KUD Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, Gatot Nugroho.

Melihat kondisi tersebut, pihak pengelola mengevaluasi dan memutuskan, untuk mengubah konsep dari berjualan kebutuhan pokok, menjadi warung pusat oleh-oleh. Hal itu memanfaatkan potensi wisatawan yang datang berkunjung ke Museum Memorial HM Soeharto.  “Akan kita ubah maindsetnya. Untuk memanfaatkan keramaian pengunjung yang setiap hari datang ke Museum. Nanti kita akan lebih banyak jual produk oleh-oleh khas Kemusuk, seperti cinderamata hingga makanan olahan hasil produksi UKM di Argomulyo. Sebenarnya itu semua sudah ada, namun memang porsinya masih sedikit,” jelasnya.

Agar tidak mematikan warung oleh-oleh milik warga sekitar, yang banyak dibuka di sekitar Museum, KUD berencana mensinergikan warung Damandiri dengan para pelaku usaha tersebut. Hal itu untuk memenuhi tujuan awal pendirian warung Damandiri, yaitu berkontribusi meningkatkan kesejahteraan warga.

“Warung Damandiri ini didirikan bukan semata-mata murni untuk tujuan bisnis. Namun, juga membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar. Jadi tidak boleh mematikan usaha milik warga. Meskipun warung ini harus tetap produktif, dan bisa mandiri mencukupi kebutuhan operasional nya,” pungkasnya.

Lihat juga...