Santiago Solari Lewati Ujian Pertama di Madrid
Editor: Mahadeva WS
MADRID – Santiago Solari, sukses melewati ujian pertama sebagai pelatih sementara Real Madrid. Los Blancos dibawanya meraih kemenangan besar 4-0, atas tim Divisi Tiga Melilla, di laga pertama babak 32 besar Piala Raja atau Copa del Rey.
Kemenangan itu menjadi sangat berarti bagi Madrid, karena bisa memulihkan kepercayaan diri pemain, yang sempat merosot. Solari memuji performa pemainnya, yang menunjukkan sebagai tim pemenang, dan bermain dengan semangat tinggi. “Tim bermain enjoy, penuh antusias dan sangat berkomitmen. Kemenangan ini adalah buah dari itu semua. Mereka menunjukkan sebagai tim pemenang,” kata Solari seperti dilansir laman resmi klub, Kamis (1/11/2018).
Solari mengakui, saat ini Madrid dalam kondisi tidak stabil dan tengah terluka. Ini adalah bentuk dinamika yang kurang bagus, namun tim mampu membalikkannya. “Saya suka dengan karakter tim ini. Mereka bermain bagus dan tampak bugar,” tambahnya.
Lebih dari itu, Solari mulai menumbuhkan kepercayaan kepada klub, bila Dirinya bisa diberi kesempatan menjadi pelatih utama. Saat ini, Madrid masih belum mendapat kepastian siapa yang akan menggantikan Julen Lopetegui, yang dipecat. Antonio Conte yang menjadi target utama, ternyata kian menjauh. Bahkan pelatih tim nasional Belgia, Roberto Martinez, kini berada di posisi terdepan sebagai pelatih Madrid, kemudian Mauricio Pochettino, pelatih Tottenham Hotspur.
Sesuai aturan dari Federasi Sepak Bola Spanyol, klub yang ditangani pelatih sementara, hanya mendapat waktu 14 hari untuk menetapkan pelatih kepala. Ini akan menjadi ujian bagi Solari untuk memberi kemenangan di laga berikutnya di La Liga Spanyol melawan Real Valladolid di Santiago Bernabeu, Sabtu (3/11/2018).
Selanjutnya, Los Merengues bertemu tuan rumah Viktoria Plzen di ajang Liga Champions, Rabu (7/11/2018) dan terakhir dijamu Sevilla, Minggu (11/11/2018). Bila target kemenangan tercapai, pelatih asal Argentina ini berpeluang menjadi pelatih utama. Hanya, Solari yang sebelumnya menangani tim Madrid Castilla atau tim B tak berpikir bakal menjadi pelatih utama dan mengikuti jejak Zinedine Zidane.
Seperti dirinya, Zidane semula menjadi pelatih Castilla, yang kemudian diangkat menggantikan Rafael Benitez, yang dipecat karena pencapaian buruk Madrid. Dari pelatih sementara, Zidane mendapat kepercayaan penuh dari klub yang kemudian membawa Madrid memenangi Liga Champions tiga musim berturut-turut.
Eks bintang Madrid ini kemudian mengundurkan diri karena tak ingin bernasib seperti pelatih lain yang hanya dicampakkan saat Madrid mengalami penurunan. “Melatih Madrid adalah sebuah kesempatan besar. Saya akan bekerja keras saat menjalaninya. Hanya saya tidak bisa dibandingkan dengan Zidane. Dia adalah sosok yang besar, baik sebagai pemain maupun pelatih,” ujar Solari yang pernah membela Madrid mulai 2000 sampai 2005.