Pemkot Siapkan Kredit Lunak Bagi Pedagang Pasar Legi
Editor: Mahadeva WS
SOLO – Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah menyiapkan tiga lokasi yang akan digunakan sebagai pasar darurat, pasca terbakarnya pasar Legi pada Selasa (30/10/2018) lalu. Selain pasar darurat, Pemkot juga menyiapkan pinjaman lunak kepada pedagang, agar bisa segera bangkit dan berjualan lagi.
(Baca: https://www.cendananews.com/2018/10/pasar-legi-solo-terbakar.html)

Kepala Dinas Pengelolaan Pasar, Kota Solo, Subagyo, mengaku sudah menyiapkan tiga lokasi, yang dapat digunakan sebagai pasar darurat. Ketiganya adalah, jalan Sabang, jalan Lumban Tobing dan jalan Halmahera. “Ketiga lokasi itu yang paling memungkinkan, karena lokasinya tidak jauh dari pasar Legi. Karena pedagang meminta untuk pasar darurat tidak juah dari Pasar Legi,” ucapnya, Kamis (01/11/2018).
Menurut Subagyo, pembagian pedagang ke tiga lokasi sebagai pasar darurat akan secepatnya dilakukan. Hal ini mengingat kondisi pedagang, yang tetap berjualan di jalan meskipun kondisi pasar ludes habis terbakar. Selain itu, keberadaan pasar darurat dibutuhkan agar kondisi perekonomian pedagang pasar legi segera bangkit pasca kebakaran.
Keberadaan Pasar Legi sangat penting, karena menjadi penopang pusat perekonomian masyarakat. Tak hanya untuk pedagang dan pembeli di lingkup Solo dan sekitarnya, Pasar Legi juga sebagai pasar Induk distribusi besar dan sembako di Jawa Tengah. “Dengan kondisi pasar yang sebagian besar terbakar maka diperlukan pasar darurat agar perekonomian masyarakat tetap berjalan,” tandasnya.
Untuk meringankan beban pedagang, karena barang dagangannya ludes terbakar, Pemkot Solo akan memberikan kredit lunak. Keringanan tersebut, diharapkan bisa menjadi modal awal, agar pedagang bisa segera bangkit dan berjualan kembali. “Kami juga akan membebaskan restribusi selama mereka berjualan di pasar darurat,” imbuhnya.
Dalam pembagian pasar darurat nanti, pedagang yang memiliki Surat Hak Penempatan (SHP), akan ditempatkan di kios darurat. Sedangkan pedagang yang memiliki Kartu Tanda Pengenal Pedagang (KTPP), diberi tenda persegi. “Kalau untuk pedagang oprokan, nanti kita beri payung peneduh. Sambil menunggu pasar darurat jadi, mereka bisa berjualan dulu di sekitar pasar,” tambah Subagyo.
Anggota Komisi III DPRD Kota Solo, Honda Hendarto, menambahkan, Pemkot Solo diminta untuk segera melakukan recovery pasca kebakaran. Pasalnya, pasar Legi merupakan pusat ekonomi, lebih dari 2.000 orang pedagang.
Tidak beroperasinya Pasar Legi, akan berdampak langsung ke masyarakat. “Kami himbau untuk segera melakukan recovery. Ini karena pasar Legi sebagai pasar Induk dan pusat perkulakan terbesar di Solo Raya,” pungkasnya.