Rully Raup Jutaan Rupiah dari Beternak Ayam Poland
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
BATU — Ayam Poland merupakan salah satu jenis ayam hias yang kini mulai dikembangkan di kota Batu. Bulunya yang lebat hingga menutup matanya ini, menjadi ciri khas dari unggas yang berasal dari Belanda.
“Ayam ini asalnya memang dari Belanda. Tapi kemudian lebih banyak berkembang di Polandia, sehingga lebih dikenal dengan nama Ayam Poland,” sebut Rully, salah satu peternak dari kota Batu yang mulai menekuni sejak 2013, Senin (26/11/2018).
Disebutkan, usaha tersebut sangat menjanjikan. Bahkan ia bisa mengantongi uang ratusan ribu hingga jutaan rupiah dalam sekali transaksi. Unggas ini juga merupakan jenis yang banyak diminati masyarakat karena keunikannya.
Diterangkan, karena bulunya yang lebat hingga menutupi bagian mata, memiliki keterbatasan penglihatan sehingga tidak bisa lari terlalu jauh dan dikategorikan sebagai ayam jinak.
“Karena keunikannya tersebut, ayam Poland sekarang banyak dicari masyarakat untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan,” ujarnya.
Dituturkan, perawatan dapat dikatakan gampang-gampang susah. Tidak membutuhkan pakan yang basah dan tidak boleh terlalu banyak minum karena dapat terserang pilek.
“Namun untuk iklim di kota Batu yang sejuk, sangat cocok dengan ayam poland yang memiliki bulu lebat,” sebutnya.
Sementara untuk budidayanya sendiri bisa dilakukan dengan beberapa teknik, yakni kawin alami, kawin dodokan, dan kawin inseminasi buatan menggunakan jarum suntik.
Disampaikan Rully, di negeri asalnya, ayam Poland dijadikan sebagai ayam petelur karena jumlah produksinya banyak. Dalam sekali bertelur bisa menghasilkan 30-35 butir.
“Warna telurnya putih seperti ayam kampung tapi rasanya lebih gurih,” akunya.
Untuk menetaskan telurnya, bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan dierami secara alami, atau menggunakan mesins. Alat hanya digunakan jika ayam tidak segera mengerami telurnya.
Lebih lanjut disebutkan, sama halnya dengan hewan unggas pada umumnya, penyakit yang paling ditakuti adalah penyakit flu burung. Untuk langkah pencegahannya bisa dengan memberikan vaksin sejak kecil, serta memberikan pakan dan air minum yang bersih.
Kemudian yang tidak kalah penting adalah menjaga kebersihan kandang dengan melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. Karena biarpun ayam sudah di vaksin, kalau terkena flu burung tetap akan tembus pertahanannya sehingga tetap sakit.
“Tapi yang membedakan adalah ayam yang tidak divaksin, ketika terserang flu burung maka ayam akan langsung mati tidak sampai 24 jam. Sedangkan ayam yang divaksin, dua sampai tiga hari masih bisa bertahan hidup sehingga bisa dilakukan penyembuhan,” terangnya.

Saat ini ayam Poland sudah dipasarkan Rully secara online maupun offline dengan mengikuti pameran di berbagai tempat. Untuk sepasang ayam dewasa, dipatok harga tiga juta rupiah. Sedangkan yang masih berusia satu bulan dijual dengan harga 250-300 ribu rupiah. Untuk pemasaran sudah sampai keluar pulau seperti di Lombok.
“Untuk harga ayam hias bervariasi mulai dari 100 ribu hingga 35 juta rupiah tergantung jenisnya,” sebutnya.