Cara Kembangkan Ayam Pedaging Hasilkan Daging Bagus
Editor: Makmun Hidayat
SITUBONDO — Produksi ayam pedaging diperlukan cara pengelolaan yang baik dengan memahami karakter perkembangan ayam tersebut. Sebab, jenis ayam pedaging, lebih rentan terhadap area lingkungan yang sering berubah.
Aktif menjalani peternakan ayam pedaging, Siwanto warga Desa Olean, Kecamatan Talkandang, Situbondo, Jawa Timur, mengaku faktor lingkungan peternakan menjadi pendukung keberhasilan produksi.
Siswanto mengatakan, lingkungan area peternakan harus bersih, serta memiliki sistem sirkulasi yang baik. Karena dapat mempengaruhi proses produksi peternakan ayam pedaging.
“Jenis ayam pedaging memiliki genetik yang mudah rentan terhadap iklim lingkungan yang tidak menentu. Berbeda dengan pola produksi ayam kampung yang tahan terhadap iklim cuaca lingkungan sekitar,” ujar Siswanto kepada Cendana News di wilayah Desa Olean, Senin (23/8/2021).
Siswanto mengaku, perlu adanya perawatan khusus dari pengelolaan peternakan ayam pedaging. Ia mengatakan, sekadar bisa merawat tidak cukup untuk keberhasilan produksi yang dilakukan.

“Sirkulasi kandang harus benar-benar diperhatikan. Ayam pedaging tidak akan bisa bertahan dengan iklim yang terlalu dingin dan iklim terlalu panas,” ucapnya.
Selain faktor iklim yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ayam, Siswanto menyebutkan, pola pakan yang harus diberikan harus sesuai dengan kebutuhan ayam tersebut.
“Untuk menghasilkan daging yang bagus, pemberian pakan yang diperlukan jenis kosentrat. Sebab, ayam tersebut tidak bisa terlalu rutin diberi pakan dari biji jagung. Maka, kosentrat menjadi makanan pokok setiap harinya,” jelasnya.
Siswanto menambahkan, dirinya rutin membersihkan kandang, untuk meminimalisir serangan penyakit terhadap produksi ayam pedaging miliknya.
Selain fokus terhadap produksi ayam pedaging. Siswanto mengatakan, jenis ayam broiler tersebut juga ia kembangkan menjadi ayam warna warni, untuk menarik pembeli.
Secara terpisah, Aprilianto, mengatakan, awal mulanya dirinya gagal dalam mengembangkan produksi ayam pedaging miliknya. Sebab, konsumsi pakan yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan ayam.
“Usia satu bulan pertama, anakan ayam saya rutin beri pakan konsentrat. Setelah usia 40 hari, saya campur dengan pemberian pakan biji jagung. Dampaknya ayam tersebut mengalami penurunan bobot daging,” ucapnya.
Ia menambahkan, pemberian pakan jagung tidak membuat bobot daging bertambah. Akan tetapi, ayam tersebut menjadi aktif pergerakannya saja. Usia dua bulan, sudah menjadi waktu panen ayam miliknya.