Produk PUI Didorong Tembus Pasar Internasional

Kemenristekdikti - Dokumentasi CDN

YOGYAKARTA — Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi memotivasi Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUI) untuk bercita-cita menghasilkan produk yang menembus pasar internasional, di samping memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Walaupun kita bicara lokal, kalau kita tidak punya cita-cita ke luar, global, internasional percuma,” kata Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti, Kemal Prihatman di Yogyakarta, Jumat (16/11/2018).

Kunjungan Kemal ke Yogyakarta dalam rangka sinergitas penguatan kelembagaan Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUI).

Ia mengatakan produk Indonesia memang sudah seharusnya menembus pasar internasional karena Indonesia memiliki kekayaan alam dan keunikannya yang harus dikembangkan secara optimal dan sesuai permintaan pasar.

Hingga saat ini, ada 102 PUI yang mana 60 persen di antaranya bergerak di bidang pangan dan pertanian, kemudian disusul bidang lain, seperti kemaritiman dan kelautan. Sebanyak 102 lembaga PUI terbagi menjadi tujuh klaster, yakni pangan pertanian, energi baru terbarukan, kesehatan dan obat, teknologi informasi dan telekomunikasi (TIK) , material baru, maritim, mitigasi bencana.

Dari total jumlah PUI yang ada, sebanyak 78 lembaga sudah memasukkan input, proses dan output, untuk produk yang bisa dikerjasamakan. Namun dari 1.600 potensi yang bisa disinergikan dari 78 pengembang PUI, hingga saat ini ada 48 produk akhir yang baru disinergikan dan bersifat nasional.

Sebanyak 48 produk sinergi itu yakni sembilan produk di bidang pangan pertanian, empat di bidang energi baru terbarukan, lima di bidang kesehatan dan obat, tujuh di bidang TIK, sembilan produk material maju, 10 produk maritim, dan empat produk mitigasi bencana.

Kemal mengatakan salah satu peran lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) untuk mendukung potensi lokal daerah. Untuk itu, usaha kecil dan menengah serta pemerintah daerah dapat meningkatkan sinergi dengan PUI dalam mengembangkan potensi lokal dengan memanfaatkan kekuatan lembaga litbang.

Disebutkan Kemal, pengembangan potensi lokal dengan pemanfaatan iptek memiliki tujuan utama memperbaiki kualitas hidup masyarakat sekitarnya. Kemristekdikti mendorong peningkatan diseminasi inovasi dan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.

Selain itu, Kemristekdikti mendorong hilirisasi dan penerapan produk PUI dengan pihak industri dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Dia mengatakan banyak dukungan PUI dalam pengembangan potensi daerah, antara lain program sawit untuk rakyat dan peningkatan produktivitas pertanian sertapemuliaan tanaman. (Ant)

Lihat juga...