Pembudidaya Rumput Laut di Lamsel Dihantui Serangan Hama
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Pembudidaya rumput laut di wilayah perairan timur Lampung Selatan dihantui serangan hama lumut hijau dan ikan semadar. Dua hama tersebut dapat mengganggu pertumbuhan sehingga hasil berkurang saat panen.
Salim, salah satu pembudidaya rumput laut di Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang menyebutkan, kemunculan hama ikan semadar meski sudah diantisipasi dengan menggunakan jaring, namun saat kondisi ombak pasang, jaring kerap tidak mampu mengatasinya.
“Ikan semadar ikut terbawa arus sehingga masuk ke area budidaya dan memangsa rumput laut segala usia. Ciri utamanya, tunas-tunas pada tanaman pokok patah dan kulit mengelupas,” terang Salim salah satu pembudidaya rumput laut saat ditemui Cendana News di lokasi budidaya rumput laut pantai Ruguk, Senin (26/11/2018) .
Memasang perangkap ikan menjadi cara tradisional, namun kurang efesien untuk mengurangi serangan hama ikan semadar.
“Ikan semadar ini bisa mengakibatkan gagal panen. Ikan datang secara bergerombol dan bahkan kerap bersarang di lokasi budidaya rumput laut,” terang Salim.

Yanti, pembudidaya rumput lain bersama Rodi, suaminya juga menyebutkan, hama lain yang menyerang yakni lumut hijau. Berbeda dengan hama ikan semadar, hama ini menyerang saat kondisi cuaca panas.
Lumut hijau menyerang bagian tanaman rumput laut pada segala usia. Imbasnya tanaman menjadi kerdil dan mengurangi bobot saat dipanen.
“Gejala utama pada serangan hama lumut tanaman menjadi kerdil hingga masa panen,” beber Yanti.
Serangan hama lumut hijau yang secara visual terlihat menempel disebut Yanti diantisipasi dengan pembersihan.
Pada masa penanaman menjelang panen, dengan menggunakan perahu, suaminya rutin mengontrol setiap jalur penanaman rumput laut. Bagian yang terserang organisme pengganggu tanaman (OPT) jenis lumut laut dipotong dan disingkirkan.
“Secara alami hama lumut hijau yang menyerang rumput laut akan hilang saat hujan turun yang mengandung air tawar sehingga lumut terlepas,” tambahnya.
Pembudidaya rumput laut sistem tradisional lain, Asnawati menyebutkan, serangan hama tersebut tidak memupuskan harapannya untuk menanam.
Memanfaatkan bibit dengan harga Rp2.500 perkilogram ia masih bisa memperoleh keuntungan, meski sedikit. Budidaya rumput laut diakuinya memanfaatkan botol bekas air mineral dengan harga Rp200 dibeli dari pengepul barang bekas.
Ia menyebut melalui budidaya rumput laut tersebut ia bisa lebih cepat mendapatkan hasil selama kurun waktu satu bulan. Meski demikian dampak dari serangan hama tersebut ia memastikan terjadi penurunan produksi.
“Imbasnya hasil penjualan rumput laut setelah panen hanya digunakan untuk menutupi biaya operasional dari pembelian bibit hingga perawatan,” pungkasnya.