LAMPUNG – Sempat pesimis, karena kemarau berimbas pada berkurangnya pasokan air untuk lahan pertanian, petani padi di Kecamatan Penengahan akhirnya bisa bernafas lega. Hujan yang turun sepekan terakhir, membantu kebutuhan air untuk padi yang telah berusia 30 hingga 50 Hari Setelah Tanam (HST).
Herman, salah satu petani padi varietas Ciherang di Desa Pasuruan menyebut, di awal proses tanam padi di masa tanam ketiga (MT3), ia masih mendapatkan pasokan air. Namun, Memasuki usia 20 hari, pasokan air mulai berkurang. Saluran irigasi yang mulai mengering, sementara hujan tidak kunjung turun sempat membuat Herman pesimistis. Lahan sawah miliknya kekeringan, dan tanaman padi tumbuh kerdil. Sementara, lahan milik petani lain, sudah kering meski sudah memasuki masa padi berbuah (mratak).
Pemberian air selanjutnya dilakukan dengan memompa air dari sungai kecil yang debit airnya juga mulai menyusut. “Tanaman padi sebagian sudah kering, tetapi sebagian masih menghijau. Hujan mulai turun sepekan terakhir, daun mulai menghijau kembali, sebagian sudah berbuah,” terang Herman kepada Cendana News, Jumat (2/11/2018).
Tanaman padi varietas Ciherang normalnya memasuki masa panen pada usia 90 hingga 100 hari. Namun, akibat kekurangan air, masa berbuah terhambat, sebagian tanaman yang seharusnya sudah mencapai ketinggian 100 sentimeter, masih tumbuh sekira 50 sentimeter. Kerdilnya tanaman padi yang ditanam pada akhir Agustus tersebut, menghambat perkembangan bulir padi. Sementara, saat hujan turun, herman menyemprot tanamanya dengan zat pengatur pertumbuhan.
Zat berbentuk tepung yang dapat larut di dalam air tersebut, berfungsi memicu pertumbuhan, merangsang pertumbuhan buah, dan meningkatkan bobot gabah. Penggunaan zat tersebut, sudah dilakukan selama dua kali masa tanam. ”Semenjak sepekan terakhir hujan kerap turun, meski dalam kurun waktu hanya satu jam, tapi sudah membantu proses pengairan lahan sawah,” tandas Herman.
Dengan turunnya hujan, Herman optimistis masih bisa memanen padi. Proses penyemprotan zat perangsang pertumbuhan, diharapkan bisa menyelamatkan tanaman padi miliknya.
Petani lain, Agus, mengaku juga optimistis pertumbuhan padi Ciherang miliknya akan kembali normal setelah hujan turun. Sempat nyaris kering, tanaman yang telah berusia 40 hari, tertolong hujan yang turun. “Kendala baru muncul, rumput tumbuh subur di sekitar tanaman, menggangu pertumbuhan, cara pembersihan gulma dilakukan manual, dengan sabit,” beber Agus.
Pembersihan rumput secara manual, untuk menghindari kerusakan tanaman padi yang baru pulih dari kekeringan. Hujan yang mulai turun, setelah kemarau panjang memunculkan rasa optimistis petani untuk bisa memanen padi.