Bea Cukai Gandeng Unej, Mitra Strategis Pengembangan SDM
Editor: Satmoko Budi Santoso
JEMBER – Direktur Jenderal (Ditjen) Bea Cukai, Heru Pambudi, memandang penting adanya peran perguruan tinggi dalam Kepabeanan dan Cukai. Oleh karena itu, dirinya menginginkan adanya kerjasama (MoU) antara Universitas Jember (Unej) dengan Ditjen Bea Cukai.
“Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) saya rasa adalah bagian yang paling pas untuk kami gandeng dalam sebuah kerjasama (MoU). Kerjasama itu nantinya mungkin bisa dalam bentuk up grading staff Bea Cukai, riset atau implementasi model lain yang bisa saling menguntungkan,” ujar Heru, seusai memberikan seminar di aula FEB dengan tema “Peran Bea Cukai dan Manfaat Cukai dalam Pembangunan Daerah”, Jumat (23/11/2018).
Dalam kesempatan itu, Heru mengatakan, keberadaan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe C di Jember menambah nilai strategis kerjasama yang akan dibangun. Karena itu, Heru menginginkan agar seluruh komponen di Jember khususnya Universitas Jember turut andil dalam membuat formula kebijakan yang memang tepat sasaran. Khususnya terkait Kepabeanan dan Cukai di Jember.
“Kantor Bea Cukai Jember yang hari ini akan saya resmikan dengan UNEJ jaraknya hanya sebatas pagar tembok saja. Tentu ini akan sangat disayangkan sekali jika tidak bisa saling memberikan manfaat di antara keduanya,” ujar pria kelahiran Desa Pakisan Bondowoso ini.
Sementara itu, M. Miqdad, Dekan FEB, menyambut baik kerjasama yang akan dijalin tersebut. Menurutnya, adanya kerjasama tersebut dapat dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas lulusan.
“Bea Cukai dapat dijadikan sebagai tempat melakukan riset, pengabdian ataupun sarana pendidikan dan pengajaran di lingkungan Kampus FEB. Bisa juga nantinya mahasiswa magang di kantor Bea Cukai yang ada di Jember,” ujar Miqdad.
Miqdad berharap, Bea Cukai juga mengambil peran strategis dalam membantu lulusan dalam penyerapan tenaga kerja. Karena menurutnya, lama masa tunggu kerja para alumni juga berpengaruh pada akreditasi jurusan.
“Kami harap adanya MoU ini juga dapat membantu lulusan FEB dalam mencari lapangan pekerjaan. Karena ada beberapa jurusan yang secara keilmuan sangat sesuai dengan pekerjaan Bea Cukai seperti halnya Prodi Akuntansi,” pungkasnya.
Sementara, dalam kuliah umumnya, Heru Pambudi, mengajak mahasiswa peserta seminar agar tidak hanya fokus pada melamar pekerjaan saat lulus nanti. Heru menyarankan agar setelah lulus para sarjana dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Tidak banyak orang yang beruntung bisa kuliah di kampus ini seperti kalian. Oleh karena itu, selepas lulus nanti, kalian sebisa mungkin membantu dan memberikan manfaat pada mereka yang tidak sempat mengenyam pendidikan tinggi,” ujarnya di hadapan 300 mahasiswa.
Heru berpesan agar selepas lulus kuliah nanti, mahasiswa dapat membantu pemerintah dalam melakukan percepatan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Sehingga menurutnya kesenjangan antara masyarakat yang kaya dengan masyarakat miskin teratasi.
“Pesan saya jangan berkompetisi untuk seberapa besar gaji yang akan Anda dapatkan nantinya. Mulai sekarang mulailah untuk berkompetisi untuk menebar manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat,” pesannya.