Animo WNI di Korea Terhadap Waralaba Tinggi
LONDON – Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Korea Selatan sangat tertarik untuk mengetahui bisnis waralaba. Hal tersebut terungap dalam pengenalan bisnis waralaba yang dilakukan KBRI, Seoul.
Mereka yang diundang dalam acara tersebut, adalah pekerja migran, pelajar, maupun WNI yang sudah lama menetap di negara tersebut. “Kami perkenalkan kepada warga Indonesia, melalui seminar Kewirausahaan dan program pendampingan waralaba nasional, kegiatan di Busan,” kata Pejabat Penerangan, Sosial, Budaya (Pensosbud) KBRI, Seoul, Purno Widodo, Rabu (21/11/2018).
Animo peserta sangat besar, karena menganggap bisnis waralaba sangat menjanjikan. Terutama bagi mereka yang termasuk golongan pemain pemula. Keberadaan bisnisnya cepat dikenal, bukan hanya didalam negeri, tapi juga mancanegara. Selain itu, pemasaran yang dilakukan secara waralaba, cenderung lebih mudah, biaya dan tenaga yang diperlukan untuk membangun reputasi bisnis juga jauh lebih sedikit.
Purno menyebut, tingginya minat untuk berbisnis waralaba, terlihat dari keberadaan surat minat kerjasama, yang ditandatangai calon mitra waralaba, nilainya mencapai Rp1,5 miliar. Jumlah tersebut untuk tiga waralaba Indonesia yang diundang dalam cara tersebut.
Tingginya minat kerjasama tersebut, diharapkan dapat meningkatkan daya saing merek-merek waralaba Indonesia, yang selama ini telah sukses merambah pasar luar negeri. Beberapa diantaranya seperti Alfamart, yang telah menguasai Filipina dengan 174 gerai, J.Co Dunuts & Coffee yang merambah empat negara, juga Baba Rafi dengan 60 gerai tersebar di Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Philippina, Srilanka, Bangladesh, Cina dan Belanda.
Dubes RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi, menyambut baik minat positif warga Indonesia untuk mengenal bisnis waralaba. Hal itu akan menjadi modal yang cukup bagis, bagi pekerja migran Indonesia yang hampir purnatugas.
Waralaba merupakan salah satu alternatif usaha yang bisa dikembangkan, dengan modal yang didapat dari bekerja di Korea. “Masa depan Indonesia sangatlah cemerlang. Indonesia merupakan pasar yang besar ditunjang daya beli masyarakat baik dan terus meningkat,” tandasnya.
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Tjahya Widayanti, mengatakan, pertumbuhan waralaba di Indonesia sangat pesat. Saat ini terdapat 555 merek usaha waralaba, yang berpontensi diwaralabakan dengan jumlah gerai mencapai 45 ribu di Indonesia. “Melalui waralaba, semua orang dapat memulai bisnis dengan resiko minimal, walaupun pengalaman dan talenta bisnis belum cukup,” ujarnya.
Waralaba, menjadi salah satu cara menjadi enterpreneur. Keberadaanya memiliki keunggulan, yang apabila ditunjang dengan kemauan dan kerja keras pelaku usahanya, akan menjadi sebuah kegiatan ekonomi yang sangat menjanjikan. Bisnis Waralaba biasanya sudah teruji, dan mengalami proses trial and error, sehingga mudah untuk dijalankan, bahkan oleh pemula dan pelaku usaha skala kecil dan menengah. Tercatat saat ini, jumlah WNI di Korea Selatan, sampai dengan 31 Juli 2018, ada 35.269 orang. Rata-rata mereka bekerja tiga tahun, dan dapat diperpanjang hingga lima tahun. (Ant)