Unicef Membantu Tenda di Sulteng
SIGI – United Nations Children’s Fund (Unicef), salah satu organisasi PBB yang memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan kesejahteraan jangka panjang kepada anak-anak dan ibu, membantu tenda, untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar, di sekolah yang rusak akibat gempa bumi di Kabupaten Sigi.
Asisten II Bidang Pemerintahan, Sekretaris Kabupaten Sigi, Iskandar Notji, membenarkan adanya bantuan logistik berupa tenda, untuk sekolah yang mengalami kerusakan, menyusul gempa bumi 7,4 SR yang mengguncang sejumlah wilayah di Sulteng. Banyak bangunan, termasuk gedung sekolah dan sarana pendidikan lainnya, yang rusak diterjang gempa bumi. “Dan syukur Alhmadulillah, ada bantuan tenda dari Unicef, sehingga sangat membantu pemerintah daerah,” ujarnya, Sabtu (20/10/2018).
Kini, tenda-tenda bantuan tersebut sudah mulai didistribusikan ke sekolah-sekolah, yang terdampak bencana alam gempa di seluruh wilayah Kabupaten Sigi. Iskandar, tidak merinci jumlah sekolah yang terdampak gempa. Sementara, berdasarkan data yang ada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi, ada 13 dari 15 kecamatan di Kabupaten Sigi, yang terdampak gempa bumi.
Di setiap kecamatan, terdapat sekolah yang mengalami kerusakan, sehingga siswa dan guru kehilangan tempat belajar dan mengajar. Karena sudah ada bantuan tenda dari Unicef, maka tidak ada alasan bagi siswa dan guru untuk belajar dan mengajar. Untuk sementara siswa dan guru harus rela belajar dan mengajar di dalam tenda-tenda dengan kondisi yang sederhana.
Ari Kanari, seorang guru di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi mengatakan, aktivitas belajar mengajar sudah berjalan di beberapa sekolah di wilayahnya. “Tapi belajar dan mengajar masih dilakukan di tenda, sebab itu, anak-anak enggan masuk kelas,” tambahnya.
Sekolah tempat Ari mengajar, juga mengalami kerusakan berat, tetapi masih ada ruangan yang berdiri kokoh dan bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. (Ant)