Disdik Cianjur diminta segera dirikan sekolah darurat
Editor: Koko Triarko
CIANJUR, Cendana News– Anggota komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Sinta Dewi mendorong dinas pendidikan setempat untuk segera mendirikan sekolah darurat.
“Kami akan mendorong bidang pendidikan agar sekolah -sekolah bisa dibangun, minimal sekolah darurat,” kata Sinta, Selasa (29/11/2022).
Menurutnya, jika sekolah darurat berdiri anak-anak terdampak gempa bisa segera bersekolah. Sehingga akan sedikit melupakan kesedihan usai tertimpa bencana.
“Mudah-mudahan dengan anak anak mulai sekolah bisa sedikit melupakan trauma. Dari sisi pendidikan, akan kita dorong,” jelasnya.
Dari sisi kesehatan, pihaknya juga concern memantau kondisi pengungsi.
Karena ada puluhan ribu di tempat yang terdampak parah sehingga harus tinggal cukup lama di tenda pengungsian, ditambah dengan kondisi cuaca.
“Pemerintah kabupaten harus mendata warga sakit dan ini butuh ekstra kerja dari dinkes, karena timnya yang harus diterjunkan pasti tidak sedikit,” katanya.
Ia mengatakan, pendataan harus jelas dan kalau memungkinkan melibatkan unsur RT/RW setempat untuk corong informasi.
“Tentunya kita akan dorong kalau kabupaten akan kirimkan DTKS baru. Orang-orang yang terdampak berarti adalah orang- orang tidak mampu baru,” ujarnya.
Pihaknya juga akan mendorong Kemensos menambah kuota. Karena kemampuan APBD Cianjur juga tidak bisa meng-cover semuanya.
“Kalau hitungan kasar Rp3 triliun, dan pasti sangat butuh bantuan nasional,” katanya.
Untuk prosedur bantuan ini, pihaknya berjanji akan mengawal.
“Kita akan tagih janji pemerintah pusat. Ini jadi angin segar dan kami tidak mau mereka kecewa,” ujarnya.
Namun demikian, dia menakui pula bahwa semua itu ada prosedurnya. Sehingga harus jadi bahan diskusi bersama pemerintah daerah.
Untuk saat ini, DPRD dan eksekutif sedang memikirkan bagaimana solusi tercepat penanggulangan bencana.
Terlebih terkait dengan warga yang rumahnya roboh total. Tidak mungkin mereka di tenda selamanya, kecuali tendanya masing-masing per rumah.
“Kita memikirkan bagaimana sebelum anggaran pusat hadir kita sediakan tenda-tenda keluarga. Rumah-rumah sederhana, rumah saung atau bambu, misalnya, karena itu juga salah satu solusi tahan gempa, juga sanitasinya,” katanya.
Sinta menyatakan, hal tersebut menjadi PR besar bersama. Karenanya, dia menekankan untuk memikirkan upaya tercepat, teringan, termurah.
“Memikirkan hunian sementara bagi mereka yang terdampak,” ujarnya.
Kemudian dari sisi tenaga kerja bagi korban gempa, pihaknya mengusulkan proyek padat karya sehingga bisa melibatkan para penyintas gempa.