Tekan Gejolak Sosial, PFN Pedesaan Gelar Literasi Media

Ilustrasi kegiatan literasi - Foto: Dok. CDN

TEMANGGUNG — Pendamping Penanggulangan Fakir Miskin (PFN) Pedesaan Kementerian Sosial, menyelenggarakan sosialisasi peran literasi media kepada pemuda dan remaja, guna menghindari gejolak sosial menjelang Pemilu 2019.

“Masyarakat Temanggung kami minta tetap kondusif, tanpa gejolak,” kata Pendamping PFN Pedesaan Kementerian Sosial, Andi Arifin, di Temanggung, Senin (29/10/2018).

Sosialisasi diikuti ratusan pemuda tersebut menghadirkan pembicara dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Temanggung dan Forum Jurnalis Temanggung.

Andi mengatakan sosialisasi literasi yang dilaksanakan di Desa Mudal, Kecamatan Temanggung tersebut berkaitan dengan kemasyarakatan khususnya kepemudaan dan perempuan.

“Sasaran kami dalam tahun politik, untuk menyosialisasikan bahwa tahun-tahun seperti ini jangan sampai membuat masyarakat khususnya masyarakat Desa Mudal bergejolak,” katanya.

Ia berharap perbedaan pilihan tidak menjadi konflik di masyarakat sehingga mengganggu proses pembangunan di desa.

Ia mengatakan kegiatan dilaksanakan di Desa Mudal karena desa ini memiliki beberapa potensi, yakni organisasi pemudanya lebih maju dari desa lain, kemudian ada potensi keserasian sosial, terdapat lokasi wisata Pikatan Water Park sehingga pihaknya menyasar pemuda setempat ke hal-hal positif.

Ketua Forum Jurnalis Temanggung, Heru S. mengatakan arus informasi yang cepat saat ini menyebabkan masyarakat tidak mampu menyaring pesan yang datang, akibatnya tanpa sadar informasi itu sedikit demi sedikit telah mempengaruhi pola tingkah laku dan budaya dalam masyarakat.

Ia munuturkan peran media massa, antara lain dapat memperluas cakrawala pemikiran dan mampu menumbuhkan aspirasi.

Sucipto dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Temanggung mengatakan orangtua tidak asal melarang anaknya bermain di luar, karena bermain gawai di rumah bisa lebih berbahaya.

“Jangan sampai kecanduan media sosial sehingga lupa pada interaksi sosial yang sesungguhnya. Gunakan media sosial untuk meningkatkan kualitas remaja,” katanya. (Ant)

Lihat juga...