SKK Migas Wilayah Kalsul Kirim Bantuan ke Sulteng

Editor: Koko Triarko

Manajer Operasi SKK Migas Kalsul, Roy Widiartha, menyerahkan bantuan –Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN – SKK Migas dan beberapa perusahaan migas di wilayah Kalimantan dan Sulawesi, mengirimkan tenaga medis, tim rescue dan tenaga relawan serta logistik untuk membantu  korban gempa di Palu, Sigi dan Donggala di Sulawesi Tengah.
Manajer Operasi SKK Migas Kalsul, Roy Widiartha, menuturkan para pekerja hulu migas berupaya meringankan beban korban dengan mengirmkan bantuan dan personel terlatih, yang dapat diberdayakan bersama elemen masyarakat-pemerintah di lokasi bencana.
“Kami menghadirkan tim rescue dan tim medis, untuk membantu penanganan tanggap darurat bencana. Kami juga berikan bantuan kepada korban dan juga melalui instansi maupun melalui Forum CSR Sulawesi Tengah,” ungkapnya, Selasa (16/10/2018).
Tim rescue bertugas mencari korban, baik yang hidup atau pun yang sudah meninggal dunia. Sedangkan tim medis memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang sangat membutuhkan.
Roy mengatakan, dalam penyaluran pemberian bantuan perlu koordinasi dengan semua pihak, selain pengungsi yang tersebar di beberapa lokasi,  akses mencapai lokasi korban saat ini masih banyak hambatan.
Namun hingga kini, tim relawan SKK Migas-KKKS masih mendukung pemerintah dan instansi terkait dalam penanganan korban, sampai tangap darurat bencana berakhir.
“Selama 24 jam, tenaga medis kami melayani pasien. Mereka bekerja secara suka rela memberi layanan kesehatan pada masyarakat yang datang. Bencana ini menjadi duka kita semua,” ucapnya.
Dia menambahkan, beberapa bantuan medis saat ini juga telah ditambah oleh SKK Migas-KKKS. Beberapa tenaga medis telah sampai di beberapa lokasi, begitu pula obat-obatan yang dibutuhkan para korban dan pengungsi. Di Puskesmas Biromaru, ratusan pasien tiap harinya dilayani oleh petugas medis dari pagi hingga malam.
“Walau tugas pokok mereka mencari sumber-sumber energi untuk negeri, namun saat ini energi dan empati pekerja migas sedang fokus menghapus kesedihan untuk korban di Palu, Donggala dan Sigi,” tutup Roy Widiartha.
Lihat juga...