Indonesia-Swiss Kerja Sama Peningkatan Kualitas SDM Sektor Pariwisata

Editor: Koko Triarko

LOMBOK – Sebagai upaya pengembangan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di sektor pariwisata, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, bekerja sama dengan Swiss, melalui Proyek Pengembangan Pendidikan Pariwisata Berkelanjutan atau Sustainable Tourism Education Development (STED).
Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menekankan, agar kerja sama pengembangan SDM bidang pariwisata tersebut betul-betul diperhatikan kelanjutan pelaksanaan dan kualit, dan tidak sekedar proyek lewat.
“Kalau ada kerja sama dari luar, agar digali betul, bagaimana programnya, kelanjutan seperti apa dan paling penting kemanfaatannya bisa dirasakan masyarakat. Titip kepada Direktur Poltekpar Lombok untuk dimanfaatkan ilmunya,” kata Rohmi, Selasa (16/10/2018).
Dengan adanya kerja sama tersebut, diharapkan akan semakin meningkatkan kualitas SDM NTB bidang pariwisata, sehingga pariwisata NTB akan semakin terus mengalami kemajuan.
Karena bagaimana pun, katanya, sektor pariwisata di NTB ke depan akan terus berkembang dan banyak mengalami kemajuan. Untuk mendukung hal tersebut, tentu juga harus didukung dengan ketersediaan SDM berkualitas dan siap kerja.
“Sektor pariwisata itu terus berkembang, karena itu SDM berkualitas tentu menjadi kebutuhan sangat urgen”, katanya
Kepala Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, Kantor Pusat SECO di Swiss, Mr. Kurt Kunz, menjelaskan, bahwa Proyek Pengembangan Pendidikan Pariwisata Berkelanjutan atau STED, merupakan salah satu proyek di bawah payung besar program kerja sama pariwisata Indonesia-Swiss.
“Yaitu pembangunan pariwisata berkelanjutan di Indonesia, atau sustainable tourism development in Indonesia (STDI). Proyek ini akan mendorong pendidikan kejurusan dan sistem ganda atau dual track,” kata Kunz.
Sistem ganda ini merupakan karakteristik utama pendidikan jurusan di Swiss. Dalam sistem ini, pembelajaran siswa di sekolah dan tempat kerja bersifat saling melengkapi, sehingga sekolah akan memiliki hubungan yang erat dengan pasar tenaga kerja.
Dikatakan, Indonesia merupakan negara prioritas kerja sama Swiss. Program kerja sama ini mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dengan dua tujuan strategis, yaitu meningkatkan penyediaan layanan publik serta berkontribusi terhadap sektor swasta yang lebih kompetitif dan menciptakan pekerjaan.
Lihat juga...